Turunnya Libido Saat Mengalami Menopause

Turunnya Libido Saat Mengalami Menopause

Turunnya libido saat mengalami menopause adalah hal yang lazim dialami oleh para wanita terutama yang sudah berusia di atas 47 tahun. Ini adalah fase penting di dalam kehidupan yang akan mempengaruhi aktivitas seksual anda nantinya. Sebelum memasuki fase ini, produksi hormon estrogen akan menurun secara perlahan. Dan pada titik tertentu, penurunannya akan drastis. Efeknya bisa dirasakan langsung pada area kewanitaan dimana biasanya produksi lendir menjadi berkurang. Ini berakibat pada terasa keringnya organ intim dan timbulnya rasa sakit saat berhubungan.

Selain itu, perubahan juga bisa terlihat pada payudara dari yang semula padat menjadi kendor. Tidak hanya itu saja, penuaan pada kulit juga biasanya mulai terlihat jelas memasuki periode ini. Elastisitasnya akan berkurang akibat konsentrasi kolagen yang menurun. Lalu, bisakah anda melakukan hubungan intim saat menopause? Tidak ada larangan untuk itu. Jika memang masih sanggup melayani suami dan punya libido yang cukup, lakukan saja. Hanya saja masalahnya banyak wanita mengalami penurunan hasrat seksual pada periode ini. Pada akhirnya kondisi tersebut mempengaruhi rutinitas seksual diantara keduanya.

Mempelajari masalah

Ada cukup banyak masalah yang wanita bisa hadapi saat memasuki fase menopause. Salah satunya adalah keintiman menjadi berkurang karena seks terasa menyakitkan. Masalah lainnya adalah susah tidur dan berkeringat pada malam hari. Banyak wanita berusia lanjut mengalami masalah tidur. Selain itu, resiko mengalami kenaikan berat badan juga lebih besar pada wanita yang menopause. Ini bisa berdampak pada rasa percaya diri terutama jika sebelumnya mereka tidak pernah bermasalah dengan berat badan.

Intinya, akan ada banyak perubahan baik secara fisik maupun emosi saat seseorang berada di fase ini. Tugas suami dan istri adalah untuk bisa saling mengerti sebab penurunan libido dan masalah seks lainnya tidak hanya dihadapi oleh satu pihak saja. Perubahan hormonal di dalam tubuh berpengaruh besar terdapat kondisi mood seseorang. Jika anda tidak pintar-pintar mengatur pikiran, pengaruhnya bisa kepada pasangan. Aktivitas seksual menjadi tidak hangat lagi. Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk mencari informasi tentang perubahan yang sering terjadi saat memasuki masa menopause. Dengan begitu, kita jadi lebih siap menghadapi semua masalah tersebut.

Cari treatment

Beberapa masalah bisa dicarikan solusi medisnya, seperti vaginal athropy. Kondisi ini sering terjadi pada wanita berusia lanjut. Perawatan yang dianjurkan berupa tablet dan krim. Kemudian, terkait dengan berkurangnya pelumas alami di organ intim, ini bisa diatasi dengan memakai lube yang banyak dijual di toko-toko. Ini akan membantu proses penetrasi agar tidak terasa menyakitkan.

Tetapkan prioritas

Dalam hubungan percintaan, cinta dan nafsu merupakan faktor penting dan harus saling mendukung. Tapi seiring dengan bertambahnya usia perkawinan, kebanyakan orang sadar dan mau mengubah prioritas mereka. Jika di usia muda mereka hampir tidak pernah melewatkan hari tanpa seks, saat menginjak usia 60 biasanya aktivitas seks sudah tidak intens lagi, bahkan ada yang berhenti sepenuhnya.

Jika anda dan pasangan mampu melewati itu dengan nyaman, maka tidak ada masalah. Tapi jika keduanya masih butuh seks, lakukan saja. Anda tetap bisa menjaga keintiman bersama pasangan dengan rutin berhubungan badan. Ada studi yang mengungkap bahwa vagina yang dibiarkan terlalu lama tanpa seks cenderung menyusut ukurannya dan berubah menjadi ketat. Dengan kata lain jika ingin organ intim terjaga fleksibilitasnya, maka hubungan intim perlu terus-menerus dilakukan, meskipun tidak setiap hari.

Berkonsultasi ke pakarnya

Jangan menganggap remeh masalah yang terjadi saat memasuki fase menopause. Konseling dibutuhkan untuk menemukan akar masalah yang menghambat keharmonisan hubungan rumah tangga. Bahkan jika tidak sedang ada masalah serius pun, anda tetap bisa berkonsultasi dengan seksolog. Ini akan membantu anda menghadapi problematika yang sering terjadi pada pasangan usia lanjut. Anda tidak hanya akan mendapatkan jawaban ilmiah soal kenapa wanita mengalami penurunan libido, tapi juga tips-tips tentang menjaga keharmonisan rumah tangga. Hari tua sudah seharusnya diisi oleh kebahagiaan, bukan ribut bersama pasangan. Nah, semoga informasi tentang turunnya libido saat mengalami menopause bisa menginspirasi anda.