Tips Menjalani Pernikahan di Usia Matang

Tips Menjalani Pernikahan di Usia Matang

Tidak semua orang menikah di usia 20 atau 30an. Beberapa menikah ketika mereka sudah menginjak kepala 4. Menikah bisa dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja. Tidak ada yang tabu soal pernikahan di usia senja. Namun anda mungkin perlu lebih banyak persiapan sebab siapapun yang memasuki jenjang pernikahan di usia matang akan mengalami masa ‘shock’. Tapi periode tersebut tidak akan berlangsung lama sebab beberapa bulan setelah menjalani pernikahan, anda akan mulai terbiasa. Kami ingin berbagi beberapa tips menjalani pernikahan di usia matang.

Cari orang yang tepat

Ketika menikah di usia matang, anda tidak bisa main-main lagi soal kriteria calon pasangan. Semuanya harus sesuai dengan keinginan. Tujuannya adalah agar pernikahan langgeng hingga tua. Jika keduanya sudah merasa cocok, silakan lanjutkan ke pernikahan. Tidak masalah pacaran agak lama sebab pada periode ini kita biasanya akan lebih mengenal seperti apa karakter dari pasangan. Siapapun tidak ingin mengalami perceraian. Salah satu penyebab perceraian adalah ketidakcocokan karakter. Ini akan membuat keduanya sering cekcok, sehingga bisa berakhir dengan perceraian.

Pakai biro kontak jodoh

Mencari jodoh bagi beberapa orang adalah hal yang sulit. Bahkan orang yang punya pertemanan luas pun terkadang kesulitan untuk mendapatkan calon pendamping yang ideal. Jika anda merasa kesulitan menemukan calon pasangan, tidak ada salahnya memakai jasa biro jodoh. Sekarang juga sudah ada aplikasi serupa yang bisa mempertemukan anda dengan orang-orang yang punya kesamaan karakter. Jika merasa cocok, lanjutkan dengan pertemuan atau ngedate. Lakukanlah pendekatan hingga keduanya merasa sama-sama klop dan nyaman. Setelah beberapa bulan atau tahun, anda akan tahu apakah hubungan ini bisa dilanjutkan ke jenjang pernikahan atau tidak.

Tetapkan kriteria calon pasangan

Apa yang anda cari dari calon pasangan anda? Mungkin anda ingin pasangan yang mapan secara materi, punya fisik menarik, jujur, setia, dan yang lainnya. Setiap orang punya kriteria idaman yang berbeda-beda. Tidak ada yang salah dengan menentukan karakter yang kita harapkan dari pasangan. Itu akan memperbesar peluang anda bertemu dengan seseorang yang benar-benar sevisi dalam menjalani hubungan. Kalau misalnya anda merasa punya terlalu banyak persyaratan, sebaiknya fokus hanya pada poin-poin terpenting saja. Takutnya jika kebanyakan syarat anda akan kesulitan untuk menemukan orang yang cocok.

Tips menjalani pernikahan di usia matang

image source: firststep-tarskereso.hu

Sama-sama punya anak tidak masalah

Beberapa orang menikah lagi di usia senja setelah single selama beberapa tahun. Biasanya ini terjadi pada janda atau duda. Kita tidak punya kuasa akan perasaan. Jika perasaan sudah berkata bahwa anda mencintai seseorang, anda akan sulit menepisnya. Mungkin setelah lama menjanda atau menduda, anda pada akhirnya bertemu dengan seseorang yang benar-benar bisa membangkitkan kembali api asmara yang sudah padam. Sekalipun misalnya kalian dipertemukan saat keduanya sama-sama punya keturunan, jangan takut untuk mencoba.

Justru dengan adanya anak, ini bisa membuat keduanya menjadi lebih bijak. Orang yang sudah pernah menjalin pernikahan biasanya bisa bersikap lebih dewasa dan tidak ingin mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya. Dekatilah anak-anaknya. Begitu pula sebaliknya, minta pasangan untuk lebih mengenal anak-anak anda. Jika semuanya sudah bisa saling menerima, pernikahan pasti akan berjalan lancar.

Seks bukan bahasan yang tabu

Menikah di usia 50 tahun pun, seks tetap bisa menjadi bagian penting dari hubungan rumah tangga. Jangan takut ngobrol soal seks dengan pasangan baru anda. Di awal-awal mungkin terasa kaku, tapi kami yakin suasana akan mencair ketika anda lebih sering membicarakannya. Tapi jika usia keduanya sudah benar-benar tua dimana gairah seks tak lagi tinggi, tidak usah dipaksakan. Anda tetap bisa menjalani pernikahan yang sukses hanya dengan cinta. Itu tadi tips menjalani pernikahan di usia matang.