Tips Menjaga Kesehatan Pria Dalam Hal Seksual

Tips Menjaga Kesehatan Pria Dalam Hal Seksual

Kesehatan pria dalam hal seksual ditentukan oleh banyak faktor, seperti pola makan, gaya hidup, dan usia. Usia memegang peranan penting sebab beberapa penyakit seksual bersifat degeneratif atau terjadi karena faktor usia. Masalah degeneratif tidak bisa dihindari sebab setiap manusia pasti akan menua sebab ini merupakan proses alami. Yang bisa dilakukan adalah memperlambat prosesnya. Memasuki masa pubertas, hasrat seksual pria biasanya mengalami lonjakan yang signifikan. Hasrat tersebut perlahan-lahan akan menurun seiring waktu, namun bukan berarti pria kehilangan produktivitasnya. Bahkan saat seseorang sudah menginjak usia 50 tahun ke atas, fungsi seksual bisa tetap berjalan meski ada penurunan yang cukup signifikan.

Usia 20an bisa dibilang puncak gairah bercinta. Pria di rentang usia ini memiliki hasrat seksual yang tinggi. Ini sedikit banyak dipengaruhi faktor hormonal. Produksi testosteron sedang tinggi-tingginya di rentang usia ini, sehingga pria menjadi lebih mudah terangsang secara seksual. Menginjak usia 25 tahun, mereka masih punya hasrat yang menggebu, tapi tidak lagi sekedar memikirkan seks for fun. Banyak yang sudah mulai menjajaki hubungan yang serius pada usia ini. Kemudian di usia 31 tahun ke atas, pria umumnya mulai mencari kualitas dalam hubungan percintaan maupun seksual. Pada fase ini, mereka mungkin sudah melalui berbagai macam erotisme, sehingga tidak lagi terlalu menggebu-gebu soal percintaan. Penurunan gairah seksual bisa terjadi pada usia ini, tapi banyak juga yang baru mengalaminya menginjak usia 40 tahun.

Lalu, bagaimana cara menjaga kesehatan pria? Ada banyak hal yang bisa dilakukan.

1. Rawatlah Mr. P

Penis merupakan organ intim pada pria. Tidak hanya wanita saja yang perlu merawat organ intimnya, tapi pria juga. Jika wanita harus bergelut dengan keputihan, pria juga punya masalah sendiri, seperti ejakulasi dini, disfungsi ereksi, serta penurunan gairah seks. Setiap masalah perlu treatment yang berbeda. Dari luar, merawat penis sebenarnya sangat mudah. Anda hanya perlu membersihkannya secara rutin. Masalah yang lazim terjadi pada area lembab seperti ini adalah jamur.

Untuk menghindarinya, mandi secara rutin memakai sabun yang memiliki kandungan antiseptik. Kemudian jangan lupa untuk mengganti celana dalam secara rutin. Pakailah underwear yang bernafas agar tidak menimbulkan keringat sebab keringat bisa menjadi sumber berkembangnya bakteri dan masalah lain. Organ intim yang jarang dibersihkan bisa menimbulkan bau dan mempengaruhi hubungan intim bersama pasangan.

2. Hindari ejakulasi berlebihan

Seks memang nikmat, tapi jika dilakukan dalam frekuensi berlebih, ini juga bisa mempengaruhi kesehatan pria. Ada berbagai masalah yang mungkin terjadi jika seseorang terlalu sering mengeluarkan sperma lewat ejakulasi atau onani. Resiko yang paling ditakuti adalah impotensi. Kondisi impotensi tidak mengancam nyawa, tapi bisa menurunkan rasa percaya diri pria.

Impotensi terjadi akibat gangguan pada sistem saraf parasimpatik. Tanda-tandanya adalah penis kesulitan untuk tegang. Bahkan jika sudah parah, penis sama sekali tidak bisa berdiri saat mendapatkan rangsangan seksual. Melakukan onani secara berlebihan juga bisa memicu rasa sakit pada pinggul dan penis. Ini bisa terjadi karena kontraksi otot. Yang perlu dilakukan jika mengalaminya adalah rehat dari kebiasaan tersebut untuk sementara waktu. Rasa nyeri biasanya akan berangsur-angsur menghilang meski tanpa pengobatan.

3. Konsumsi makanan sehat

Makanan sehat bisa menjaga kesehatan pria. Ada banyak sumber nutrisi yang bisa dikonsumsi, seperti kacang-kacangan. Walnut contohnya, kacang yang satu ini bisa membantu menjaga kesehatan kardiovaskuler yang ada kaitannya secara langsung dengan disfungsi ereksi. Ada banyak senyawa penting di dalamnya, seperti antioksidan, magnesium, dan asam linoleat. Buah persik juga baik untuk kesehatan pria khususnya untuk menjaga kualitas sperma.

Kandungan Vitamin C di dalamnya cukup tinggi, yang mana efeknya adalah menurunkan hormon kortisol, sehingga kinerja testosteron bisa lebih prima. Makanan lainnya adalah tiram. Kerang tiram punya kandungan seng yang tinggi. Defisiensi seng bisa berdampak buruk pada produksi testosteron. Oleh sebab itu, konsumsi tiram sangat disarankan. Sayuran hijau juga sama baiknya karena kaya akan magnesium. Zat ini membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga bisa membantu pria mencapai ereksi maksimal.

4. Hindari rokok

Rokok merupakan pantangan bagi mereka yang ingin memelihara kesehatan paru-paru dan jantung. Namun bukan itu saja, menghindari rokok juga ternyata bisa meningkatkan kondisi kesehatan seksual pada pria. Rusaknya pembuluh darah adalah salah satu penyebab disfungsi ereksi. Jadi dengan menghindari faktor penyebabnya, ini bisa membantu meningkatkan kesehatan seksual anda.