Tip Terhindar Dari Bahaya Tidur Larut Malam

Tip Terhindar Dari Bahaya Tidur Larut Malam

Pasca melakukan kegiatan seperti bekerja pada siang hari, tubuh manusia membutuhkan jeda untuk beristirahat atau yang kerap kita sebut dengan tidur. Idealnya, manusia tidur antara 7-8 jam sehari. Tidur larut malam bukan merupakan penyakit alih-alih penyimpangan gaya hidup. Meskipun demikian, gangguan ini dapat berdampak negative bila tidak ditangani dengan baik. Tidur merupakan aktifitas yang berguna bagi manusia karena pada kondisi ini, tubuh akan meregenerasi sel-sel tertentu sehingga kondisi tubuh akan selalu prima. Sebaliknya, jika seseorang terlalu bekerja terlalu keras dan menyampingkan istirahat sehingga mereka harus tidur larut malam, maka tubuh tidak akan mengalami beberapa masalah. Beberapa di antara permasalahan tidur terlalu malam adalah sebagai berikut:

Gangguan sistem imun

Imun atau sistem kekebalan tubuh adalah defend mechanism tubuh manusia saat mengalami gangguan. Sistem ini secara tidak langsung mampu menghambat penyakit berkembang dan memusnahkannya. Sistem kekebalan tubuh pada umumnya terbentuk dari sel-sel darah putih. Kaitannya dengan tidur larut malam, sel darah tersebut akan mengalami penurunan secara drastis. Alhasil, tubuh akan rentan terhadap gangguan seperti infeksi dan gejala lainnya, seperti contoh kecil, demam, tubuh lemas, gangguan pencernaan, dan kena flu. Jika keadaan ini terus dibiarkan, maka penyakit lanjutan dari virus tersebut akan menjadi lebih buruk. Semisal, gangguan pencernaan akan memicu kerusakan lambung seperti asam lambung. Bahkan keadaan semacam itu dapat diikuti oleh serangan tifus.

Mengidap diabetes dan obesitas

Mungkin diantara kita tidak pernah menyadari bahwa tidur larut malam juga mengakibatkan diabetes. Penyakit ini kerap hinggap karena rusaknya hormon insulin. Dengan demikian, glukosa dalam tubuh menjadi tidak terkontrol dengan baik. Selain itu, asupan pada malam hari juga menjadikan seseorang lebih banyak mengkonsumsi makanan tanpa melakukan aktifitas yang berarti. Sehingga, makanan dalam tubuh akan mengendap.

Penyakit ini terjadi karena kita tidak menerapkan pola makan sehat dan istirahat cukup. Potensi obesitas lebih banyak terjadi bagi kita yang lebih banyak terjaga pada saat malam hari. Secara singkat, makanan yang kita konsumsi pada malam hari tidak digunakan oleh tubuh untuk beraktifitas. Saat tidur larut malam kandungan makanan dalam tubuh akan menumpuk. Hal ini diperparah pada saat kita tertidur pasca makan secara langsung. Guna mencegah hal tersebut, terdapat tiga hal yang patut dihindari.

Pertama, tidur larut malam dapat dihindari dengan berhenti mengkonsumsi kafein dan nikotin. Kafein merupakan zat yang lebih banyak terkandung dalam kopi. Dengan mengkonsumsi 500 mg atau setara enam cangkir kopi perhari, kafein mengakibatkan mata tidak merasa kantuk. Adapun nikotin ialah bahan yang terkandung dalam rokok. Para peneliti meyakini bahwa gangguan tidur hingga larut malam merupakan efek samping dari nikotin. Penelitian tersebut juga membandingkan antara perokok dan non-perokok yang menghasilkan kesimpulan bahwa non-perokok dapat tidur lebih tenang daripada perokok. Pencegahan kedua ialah berhubungan dengan olahraga.

Berolah raga pada sore hari dapat membantu menghilangkan gangguan tidur larut malam. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa berolahraga akan mengeluarkan berbagai zat tak berguna melalui keringat. Meskipun dalam jumlah yang tidak signifikan, kafein dan nikotin juga ikut keluar melalui pori-pori. Waktu paling tepat ialah pada saat sore hari, kegiatan ini membantu keseimbangan pola hidup sehat sehingga terhindar dari ketidaknyaman tidur terlalu larut pada malam hari. Pada dasarnya, gangguan yang kerap disebut insomnia ini bukanlah suatu penyakit, akan tetapi gejala yang muncul karena gaya hidup yang kurang baik. Oleh sebab itu, keadaan ini dapat disiasati dengan berolah raga dan menghindari minuman dan hal lain yang mengandung kafein dan nikotin.