Tanda Anda Harus Berhenti Dari Rutinitas Seks Sementara Waktu

Tanda Anda Harus Berhenti Dari Rutinitas Seks Sementara Waktu

Aktivitas seks bisa membuat ketagihan. Memang tidak ada yang salah dengan ‘keranjingan’ seks, tapi ada banyak hal lain yang perlu dilakukan di dalam keseharian. Jadi jika fokus anda melulu soal seks, ini bisa berdampak pada produktivitas harian. Berikut ini adalah beberapa tanda anda harus berhenti dari rutinitas seks sementara waktu.

Muncul rasa tidak nyaman

Jika muncul rasa tidak nyaman ketika berhubungan intim, itu tandanya otak memberi sinyal agar anda berhenti sejenak dari rutinitas tersebut. Rasa tidak nyaman tersebut bisa dalam bentuk gangguan fisik dan psikis. Misalnya pada wanita, ketika organ intim terasa sakit setelah melakukan aktivitas seks, ini mungkin disebabkan oleh kekakuan otot di dinding vagina. Kondisi ini juga sering disebut dengan vaginismus. Terapi terbaik adalah berhenti dari aktivitas seks untuk sementara waktu. Kemudian, anda juga perlu memakai pelumas ketika berhubungan intim.

Normalnya Miss V memproduksi pelumas ketika ada stimulasi, tapi tidak setiap waktu cairan tersebut keluar. Terkadang karena merasa kurang bergairah, Miss V tidak basah padahal stimulasi sudah diberikan. Jika ini terjadi, solusinya adalah dengan mengaplikasikan pelumas dari luar. Saat ini produk pelumas / lubricant sangat mudah ditemukan di toko-toko. Kandungan di dalamnya aman untuk area kewanitaan. Pilihlah pelumas berbasis silikon karena lebih tahan lama. Pelumas berbahan air dan minyak juga banyak dijual di pasaran. Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Masalah pada organ intim

Pernah bermasalah dengan penyakit menular seksual? Siapapun yang mengalaminya perlu berhenti dari aktivitas seks. Tujuannya adalah untuk mencegah resiko penularan sebab jenis penyakit ini mudah berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak fisik. Selain PMS, masalah lain seperti keputihan juga tidak bisa disepelekan. Keputihan menyebabkan bau tidak sedap.

Ini tidak hanya mengganggu orang yang menderita, tapi juga pasangannya. Jika anda bermasalah dengan keputihan, sebaiknya sampaikan saja kepada pasangan. Kami yakin ia mau mengerti dan bersedia untuk tidak berhubungan seks selama beberapa waktu. Anda tentu tidak ingin menularkan penyakit kepada pasangan sebab salah satu penyebab keputihan seperti jamur mudah menular lewat kontak fisik.

Tanda anda harus berhenti dari rutinitas seks sementara waktu

image source: top-forma.it

Sakit perut

Sakit perut juga sangat mengganggu, membuat kita sulit berkonsentrasi. Hubungan intim seharusnya menjadi pengalaman yang menyenangkan. Tapi jika dilakukan saat perut kram karena haid, seks tidak akan terasa menyenangkan sama sekali. Diare juga sama merepotkannya. Masalah ini membuat kita harus bolak-balik ke toilet.

Sebaiknya cari hari lain untuk bercinta bersama pasangan, toh haid atau diare biasanya tidak berlangsung lama asalkan dirawat dengan baik. Untuk haid, anda hanya perlu menunggu beberapa hari. Sementara untuk diare, konsumsi obat-obatan herbal bisa memperlancar sistem pencernaan dan memadatkan feses. Pria juga bisa mengalami rasa sakit pada kemaluannya, misalnya akibat infeksi kandung kemih atau yang lainnya.

Bosan

Ini juga bisa menjadi alasan untuk berhenti dari seks sementara waktu. Tidak bisa disangkal bahwa seks menggairahkan, tapi rutinitas apapun jika terus diulang akan berakhir membosankan. Nah, jika anda merasa chemistry di atas ranjang menurun belakangan ini, berilah waktu lebih bagi masing-masing. Hubungan rumah tangga tidak melulu soal seks. Ada banyak hal positif lain yang bisa dikerjakan, seperti menapaki karir atau mengurus anak.

Anda tidak harus berhenti sepenuhnya dari rutinitas ini, cukup kurangi saja intensitasnya. Misalnya dari yang semula 5 kali seminggu dikurangi menjadi 2 kali saja. Tidak masalah jarang berhubungan intim asalkan intimasinya terjaga. Itu tadi tanda bahwa anda harus berhenti dari rutinitas seks sementara waktu.