Sisi Negatif Seks di Dalam Air

Sisi Negatif Seks di Dalam Air

Seks di dalam air bukanlah fenomena yang baru. Pasangan yang melakukannya adalah mereka yang hobi bereksplorasi. Adakah yang salah dengan seks di dalam air? Tidak ada, tapi dari sisi kesopanan, aktivitas seperti ini masih kerap mengundang kontroversi apalagi jika dilakukan di tempat-tempat umum. Jika anda melakukannya di kamar mandi, tentu tidak masalah. Lalu, apa saja sisi negatif seks di dalam air?

Klorin

Berhubungan intim di kolam renang bisa membuat organ intim teriritasi. Air berklorin biasanya ditemukan di kolam renang. Jika anda tidak ingin mengalami sensasi terbakar pada organ intim, maka hindari melakukan penetrasi di dalam air berklorin. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa mengganggu PH alami organ kewanitaan, yang pada akhirnya bisa mendorong pertumbuhan jamur dan bakteri.

Capek

Bagaimana rasanya memberikan oral di dalam air? Ada satu kata untuk menggambarkannya, capek! Terkecuali anda adalah penyelam handal yang sudah terbiasa menahan nafas di dalam air, aktivitas ini bisa sangat melelahkan. Memberikan oral seks di dalam air mengharuskan anda untuk sesekali muncul ke permukaan. Tapi jika tujuan anda adalah untuk membakar kalori, aktivitas ini mungkin sangat membantu.

Sabun membuat perih

Sabun dirancang untuk pemakaian luar. Jika sampai masuk ke dalam organ intim, kandungan kimia yang terdapat di dalamnya bisa menimbulkan sensasi terbakar. Anda mungkin menganggap seks di dalam shower sebagai sesuatu yang romantis. Itu benar adanya, hanya saja anda perlu lebih berhati-hati dengan produk pembersih yang dipergunakan. Jika ingin sekalian mandi saat berhubungan intim, sebaiknya pakai produk-produk untuk tubuh bagian luar saja. Hindari melakukan penetrasi saat tubuh dipenuhi oleh busa sabun sebab bisa menimbulkan iritasi.

Air bukan pelumas

Ada yang beranggapan bahwa air bisa menjadi pelumas alami. Faktanya air secara komposisi berbeda dengan pelumas. Pelumas atau lubricant secara khusus dirancang untuk memperlancar proses penetrasi, sementara air tidak. Namun air masih relatif lebih aman dibandingkan sabun dan bahan kimia lainnya. Jika anda ingin melakukan penetrasi sambil basah-basahan, silakan saja. Yang penting jangan memakai sabun atau produk sejenis lainnya.

Kontaminasi bakteri

Jika anda ingin berhubungan intim di danau atau sungai, sebaiknya urungkan niat tersebut. Air statis seperti di danau rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme merugikan. Anda tentu tidak ingin bakteri tersebut masuk ke dalam organ intim dan menimbulkan masalah kesehatan. Sebelum melakukannya, lihat-lihat dulu kondisi air. Jika warnanya kehijauan, kemungkinan ada banyak alga dan mikroorganisme lain di dalamnya. Ini bukanlah lingkungan yang ideal untuk berhubungan intim.

Tidak bisa memakai kondom

Kondom tidak seharusnya dipakai di tempat yang memungkinkan terjadinya kontaminasi cairan. Cairan yang berada di dalam kondom seharusnya hanya sperma saja, bukan air. Jika anda melakukan seks di dalam air, kemungkinan kondom akan basah duluan dengan air. Selain itu, friksi dengan air juga bisa membuat lapisannya robek. Seperti disampaikan sebelumnya, air tidak memiliki karakteristik seperti pelumas, jadi tidak membantu penetrasi.

Bisa berakhir dengan insiden

Berhubungan intim di kamar mandi sebaiknya lebih berhati-hati, pasalnya lantai kamar mandi seringkali licin. Sementara saat berhubungan intim biasanya pasangan berperilaku agresif. Jika tidak hati-hati, anda bisa mengakhiri momen intim tersebut dengan benjolan dimana-mana. Lantai kamar mandi memang mudah licin akibat pertumbuhan plak dan lumut. Jadi bersihkanlah secara rutin agar tidak membahayakan keselamatan anda bersama pasangan. Melakukannya di bathtub pun harus berhati-hati sebab permukaan bathtub juga tidak kalah licin. Itu tadi beberapa sisi negatif seks di dalam air.