Posisi Bercinta yang Paling Berisiko Sebabkan Penis Patah

Posisi Bercinta yang Paling Berisiko Sebabkan Penis Patah

JakartaWoman on top menjadi salah satu posisi seks favorit wanita. Saat bercinta dengan posisi berada di atas pria, wanita lebih mudah mencapai orgasme karena bisa mengontrol ritme seks. Selain itu gaya bercinta ini juga memungkinkan penis pria untuk penetrasi lebih dalam ketimbang posisi lainnya.

Namun baik bagi wanita, belum tentu baik juga untuk pria. Woman on top atau biasa juga disebut dengan cowgirl ternyata merupakan salah satu posisi bercinta paling berbahaya bagi pria ketika penetrasi seks.

Berdasarkan hasil studi terbaru, posisi woman on top menjadi penyebab dari 50 persen kasus penis patah saat berhubungan seks. Menjadikannya sebagai gaya bercinta yang paling berisiko mencederai Mr. Happy. Gaya lain yang juga berbahaya adalah doggy style, sekitar 29 persen kasus cedera Mr. Happy ditemukan saat pasangan bercinta dalam posisi ini.

Misionaris yang dinilai paling aman juga ternyata tak luput dari ancaman cedera saat bercinta meskipun jumlah kasusnya sedikit. Hanya 21 persen yang mengalami cedera pada penisnya saat bercinta dengan gaya misionaris.

Para peneliti menganalisa 42 kasus cedera penis yang terjadi di tiga rumah sakit berbeda di Brasil, dalam rentang waktu 13 tahun. Setengah dari pasien mengaku mendengar suara retak saat pertamakali mengalami cedera, yang diikuti dengan penis membengkak dan rasa sakit. Sementara dua pasien dilaporkan mengalami disfungsi ereksi setelah cedera terjadi.

Para peneliti berharap agar hasil studi ini tidak membuat pasangan, khususnya para pria takut atau khawatir melakukan eksperimen dalam bercinta dengan berganti-ganti posisi seks. Bagaimanapun juga, variasi bercinta tetap diperlukan agar kehidupan seks tidak membosankan.

Kejadian penis yang patah saat bercinta adalah kasus yang sangat jarang terjadi. Seperti dikutip dari Daily Mail, penis patah ketika berhubungan seks adalah kondisi medis yang tidak umum.

Meskipun jarang terjadi, para pria dihimbau untuk tetap berhati-hati saat bercinta. Hindari melakukan gerakan yang terlalu agresif atau ‘manuver’ yang berlebihan karena tidak hanya pria yang berisiko cedera tapi juga wanita.

Jika Mr. Happy atau Miss V terasa sakit saat dan setelah bercinta, ada baiknya segera memeriksakan ke dokter untuk memastikan kondisi sebenarnya sehingga bisa dilakukan tindakan yang tepat. Terlalu lama membiarkan organ intim cedera akan berakibat kerusakan permanen dan disfungsi seksual.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply