Penyebab Berkurangnya Frekuensi Berhubungan Intim

Penyebab Berkurangnya Frekuensi Berhubungan Intim

Bagi pasangan yang sudah menikah, berhubungan intim merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Tapi ada berbagai masalah yang bisa timbul apalagi ketika pernikahan sudah berjalan lama. Salah satunya adalah menurunnya frekuensi seks. Hal apa saja yang bisa menyebabkan kondisi tersebut? Berikut ini penyebab berkurangnya frekuensi berhubungan intim:

Beban kerja

Jika anda tidak ingin melakukan hubungan intim sepulang kerja, mungkin anda terlalu lelah akibat tumpukan pekerjaan. Kelelahan fisik memang kerap terjadi karena pekerjaan, tapi anda tetap harus ingat bahwa seks merupakan bagian penting dalam hubungan berumah tangga. Seberapapun sibuknya anda, tetap luangkan waktu untuk bermesraan. Jika malam hari tidak memungkinkan bagi anda untuk melakukannya karena merasa lelah, cobalah beralih ke pagi hari. Seks di pagi hari tidak kalah nikmat dibandingkan dengan seks sebelum tidur.

Bosan

Rutinitas yang dilakukan berulang kali bisa berakhir membosankan. Itulah mengapa kami selalu menyarankan pasangan untuk melakukan eksplorasi sebab dengan mencoba hal-hal baru, anda tidak akan mudah merasa bosan. Mungkin anda bosan melakukan gaya yang sama seperti doggy style ataupun missionary style. Itu adalah hal yang wajar. Bicarakanlah dengan pasangan soal aktivitas seksual anda dan lakukan penyesuaian agar tidak mudah merasa bosan, misalnya dengan memakai alat bantu sex atau menonton video porno bersama.

Kadar estrogen yang rendah

Perubahan hormon secara langsung akan berdampak kondisi seksual seseorang. Ketika produksi estrogen di dalam tubuh menurun, kita akan mengalami penurunan hasrat seksual. Akibatnya, vagina menjadi lebih mudah kering dan sulit menerima stimulasi. Solusi untuk masalah yang satu ini adalah terapi hormon. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter soal treatment yang sesuai agar masalah lebih cepat bisa teratasi. Kemudian kami juga menyarankan anda untuk mengaplikasikan pelumas dari luar sebab jika organ intim tidak memproduksi pelumas yang cukup, penetrasi akan terasa menyakitkan. Oleskanlah pelumas berbahan dasar minyak atau air agar proses penetrasi bisa lebih mudah.

Obat-obatan

Ada beberapa jenis obat-obatan yang bisa mempengaruhi gairah seks, seperti obat untuk mengatur kehamilan, jantung, dan tekanan darah tinggi. Jika anda sedang mengkonsumsinya, silakan tanyakan ke dokter apakah ada pengaruhnya terhadap hasrat seksual. Solusi untuk permasalahan ini adalah dengan menghentikan pengobatan. Tapi jika obat tersebut diperlukan untuk menjaga kondisi kesehatan, carilah solusi lain. Bicarakan dengan terapis tentang bagaimana seharusnya anda menghandle kondisi tersebut.

Penyebab berkurangnya frekuensi berhubungan intim 2

image source: kixix.com

Tidak fokus dengan seks

Faktor lainnya adalah anda terlalu sibuk dengan aktivitas lain ketika berada di atas ranjang. Ketika ingin memulai ritual seks, sebaiknya jauhi Smartphone, laptop, dan TV. Jika anda terlalu sibuk menonton acara favorit ketika berhubungan intim, fokus anda pasti akan ke layar televisi sebab bagaimanapun juga acara tv favorit sangat sayang untuk dilewatkan. Solusi terbaik adalah matikan semua perangkat sebab dengan begitu, anda bisa fokus memberikan dan menerima stimulasi.

Minum alkohol

Faktor lain yang juga bisa menyebabkan menurunnya frekuensi seks adalah minum alkohol. Banyak yang menganggap bahwa alkohol bisa meningkatkan hasrat seksual, tapi ini tidak sepenuhnya benar. Ketika orang sudah kelebihan minum alkohol, mereka biasanya enggan melanjutkan aktivitas dan lebih memilih untuk beristirahat. Jika anda termasuk orang yang doyan minum alkohol, sebaiknya kurangi konsumsinya. Selain itu, alkohol juga disebut-sebut bisa menyebabkan masalah disfungsi ereksi dan ejakulasi pada pria.

Konflik berkepanjangan

Permasalahan dengan pasangan juga bisa memicu menurunnya frekuensi seks. Mungkin belakangan anda sedang ribut dengannya karena sesuatu hal. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena ini bisa berdampak pada kehangatan di atas ranjang. Segeralah cari solusi terhadap permasalahan tersebut agar tidak mengganggu hubungan kalian berdua. Ketika komunikasi sudah lancar kembali, kami yakin hubungan intim akan berjalan seperti biasa. Nah, itu ada di beberapa penyebab berkurangnya frekuensi berhubungan intim.