Penyakit Seksual Dan Penyakit Sosial

Penyakit Seksual Dan Penyakit Sosial

Ahli psikolog ternama seperti Freud telah menyadari bahwa dorongan manusia untuk hidup hanya ada dua, yakni menghindari kesulitan dan seks. Kedua pembagian tersebut diyakini sebagai warisan pemikiran purba manusia. Untuk menghindari kesulitan, kita cenderung memilih untuk berdamai dengan keadaan dan mensyukuri apa adanya. Akan tetapi, seks mempunyai cerita berbeda. Kebanyakan, kita terobsesi dengan kenikmatan senggama. Namun sayangnya, kita terkadang melupakan imbas negatif dari kegiatan ini seperti penyakit seksual.

Pada dasanya penyakit seksual dapat digolongkan menjadi dua hal. Pertama, penyakit yang terjadi karena adanya penyimpangan seksual, seperti suka lawan jenis, dan menyakini partner seks. Contoh tersebut lebih pada gangguan psikolog manusia yang merasa tidak puas hanya dengan melakukan kegiatan seksual yang biasa-biasa saja. Sehingga, mereka membutuhkan dorongan lebih untuk memuaskan hasrat seks mereka. Kegiatan ini tentunya dapat berbahaya tidak hanya pada diri sendiri, akan tetapi juga pada partner kita. Bahaya ini dapat mengakibatkan hubungan tidak harmonis bahkan trauma mendalam bagi korban. Kedua ialah penyakit kelamin yang terjadi secara fisik.

Beberapa contoh ialah penyakit raja singa, gomore, HIV/AIDS, dll. Penyakit kelamin yang ditengarai penyakit seksual ini dapat terjadi karena dua hal. Pertama, pelaku melakukan kontak langsung dengan penderita. Dengan kata lain, pelaku berhubungan seks dan perpindahan virus-virus tersebut dapat terjadi dalam waktu singkat. Kedua, adanya penyimpangan kebutuhan seks yang besar, sehingga pelaku seks melakukan hubungan dengan beberapa orang dalam waktu singkat. Ketidakmampuan individu mengontrol keinginan ini akan menjadikan mereka sulit mencapai klimaks. Selanjutnya, mereka akan melampiaskannya berkali-kali hingga mencapai kenikmatan.

Cara penularan tiga penyakit kelamin

Konsekuensi penyakit seksual bagi penderita tersebut ialah menurunnya sistem imun secara drastis. Secara langsung, sel darah merah akan diserang oleh virus dan mengakibatkan ketidakseimbangan. Sel darah putih akan meningkat intensitas dan kuantitasnya secara drastis dan berdampak pada kerusakan di seluruh jaringan tubuh. Sebagaimana telah diungkapkan diatas bahwa Penyakit Menular seks atau yang kerap disebut PMS ini terdapat dua hal. Lebih lanjut, penularan dari kontak fisik lebih banyak terjadi. Pasalnya, kita terkadang tidak pernah mengetahui apakah partner kita bersih atau tidak.

Selain itu, penggunaan jarum suntik dari penyalahgunaan narkoba juga berpotensi menularkan penyakit kotor ini. Dasarnya, jarum suntik tersebut digunakan secara bergantian. Salah satu contoh penularan penyakit seksual karena bakteri adalah sifilis. Penyakit ini kerap di sebut dengan raja singa yang disebabkan oleh infeksi Treponema pallidum. Bakteri ini menyerang dinding luar kulit kelamin yang memunculkan luka sebagai awal kemunculannya. Luka tersebut akan bertahan dengan kisaran waktu antara satu hingga dua setengah bulan. Penelitian mengindikasikan bahwa luka tersebut tidak menimbulkan rasa perih atau sakit, akan tetapi lendir yang keluar sangat mudah menular.

Sifilis

Pada tahap lanjutan, penyakit seksual bernama sifilis ini akan melemahkan sistem imun. Oleh karena itu, penderita akan merasa persendian melemah, sering demam, sakit kepala, dan kerap terkena influenza. Terakhir, tahap penyakit seks ini akan mengakibatkan kelumpuhan, melemahnya panca indra menuju kebutaan, tuli, dan lemahnya merasakan sesuatu yang berujung kematian. Sebagai tahap pencegahan atau pun pengobatan dini, ada baiknya seorang melakukan tes darah sesuai dengan prosedur dokter. Tes tersebut akan memberikan gambaran dan tentunya lebih berhati-hatilah saat melakukan hubungan.

Gonore dan Chlamydia

Gonere merupakan penyakit yang mengakibatkan penderita mengeluarkan kencing nanah. Penyakit ini menyerang sistem tubuh karena adanya bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini sangat sulit diidentifikasi sehingga banyak diantara orang terlambat mendapatkan penanganan dini. Namun, beberapa gejala menunjukkan (1) perubahan warna kotoran yang berubah menjadi putih atau hijau, (2) sensasi terbakar pada kemaluan saat buang air kecil, (3) rasa sakit pada testikel, dan (4) meningkatnya intensitas buang air kecil. Penyakit seksual ini ditengarai oleh bakteri Klamadia trachomatis. Gejala yang muncul baik bagi laki-laki atau perempuan pada dasarnya sama. Yakni sensasi terbakar pada kelamin saat mengeluarkan urin. Akan tetapi, wanita lebih merasa kesakitan karena tidak hanya saat buang air kecil, akan tetapi juga saat menstruasi.

Penyakit seksual terjadi karena penyimpangan karena psikologi ataupun nampak secara fisik seperti HIV, sifilis, gonore, dan lain-lain yang menyerang sistem imun.