Pasangan Ini Buktikan Bisa Bercinta Tiap Hari Walau Sibuk Urus Anak

Pasangan Ini Buktikan Bisa Bercinta Tiap Hari Walau Sibuk Urus Anak & Kerja

Jakarta – Bisakah pasangan dengan dua anak balita dan sama-sama memiliki jadwal yang sibuk bercinta setiap hari? Jawabannya bisa. Pasangan asal Utah, Amerika Serikat ini sudah membuktikannya. Mereka melakukan percobaan mencoba bercinta setiap hari di tengah sibuknya jadwal kerja dan mengurus anak.

Pasangan bernama Meg Conley dan Riley Bingham ini menuliskan di blog ‘Meg In Progress’ hasil percobaan mereka untuk berhubungan seks setiap hari. Eksperimen ini dilakukan keduanya setelah mereka sadar sudah delapan hari sama sekali tidak bersentuhan secara intim.

Meg yang mengajukan ide untuk mencoba bercinta setiap hari selama sebulan. Ide tersebut disetujui Riley dengan tidak terlalu serius. Namun seperti pria pada umumnya, ide berhubungan seks setiap hari ini membuatnya bersemangat dan dia merasa seperti mendapat lotere.

Mewujudkan rencana bercinta tersebut, Meg dan Riley memulainya dengan berhenti menonton tayangan ulang sebuah acara televisi setelah kedua anak mereka yang berusia lima dan dua tahun tidur. Pada hari-hari sebelumnya mereka selalu melakukan aktivitas tersebut. Mereka kemudian mulai membangun lagi keintiman satu sama lain.

Tidak terasa selama sebulan Meg dan Riley berhasil melalui tantangan terhadap diri mereka sendiri. Keduanya berhasil bercinta setiap hari selama satu bulan.

Apakah pasangan ini tidak pernah merasa terlalu lelah untuk bercinta di penghujung hari? Meg mengakui rasa lelah itu dirasakannya. “Ada masanya di mana aku melihat di kaca kamar mandi dan bilang pada diriku sendiri, aku bisa melakukannya,” ujarnya. Dan setelah dua minggu menjalani percobaan tersebut, Meg mengatakan dia justru mendambakan untuk bisa bercinta dengan Riley.

Menjalani percobaan bercinta setiap hari manfaat yang dirasakan Meg dan Riley adalah mereka mendapatkan kembali gairah yang dulu mereda. Mereka kembali merasa antusias dengan seks seperti pasangan pengantin baru.

“Kami merasa seperti remaja lagi. Kami lebih sering berkomunikasi satu sama lain. Komunikasi kami, benar-benar menjadi lebih terbukan. Kita seperti satu tim lagi,” kata Meg.

Riley pun mengakui dia jadi lebih sering mengobrol dengan Meg. “Kita menjadi lebih murah hati dan tidak egois,” ujarnya.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply