Oral Seks Perlukah Sebagai Warming Up?

Oral Seks Perlukah Sebagai Warming Up?

Seks, dewasa ini, tidak serta merta dimaknai dengan perkara negatif. Setidaknya, terdapat berbagai macam manfaat yang dapat diambil dengan melakukan kegiatan ini. Sebagai seorang suami dan istri, kegiatan seks akan menjadi lebih menyenangkan tanpa mempunyai beban. Meskipun demikian, beberapa pasutri (pasangan suami istri) kerap mengeluhkan bahwa mereka tidak mampu mencapai kenikmatan dalam berseks. Oral seks perlukah dilakukan sebelum berhubungan badan? Tentu saja dibutuhkan selama pasangan Anda menyetujui guna mencapai orgasme dan membahagiakannya. Hal ini tentunya menjadi permasalahan tersendiri manakala pasangan tidak dapat memuaskan keinginannya. Akibatnya, permasalahan ini dapat memicu keretakan rumah tangga. Dalam hal ini, terdapat beberapa pertanyaan bagaimana mencapai seks untuk yang bersifat positif bagi pasutri baik dengan cara warming up, seperti oral seks, akan tetapi oral seks perlukah?

Apa itu oral pada seks?

Bagi beberapa orang, oral seks tidak perlu dilakukan sebab kegiatan tersebut memperlambat hubungan intim. Namun, bagi beberapa orang meyakini bahwa oral seks dapat mempengaruhi kualitas seks bagi pasutri secara positif. Pada umumnya, kita hanya berasumsi bahwa oral seks hanya istri kepada suami. Sehingga muncullah pertanyaan oral seks perlukah dari suami? Tentu saja.

Tidak jarang juga seorang istri sangat menginginkannya guna membantunya mencapai kenikmatan saat berhubungan intim. Tidak hanya itu, seorang istri kebanyakan tidak dapat mencapai orgasme tertinggi dengan berhubungan intim. Kegagalan ini lebih banyak ditengarai oleh rendahnya rangsangan, seperti oral seks. Meskipun ada kendala lain seperti posisi yang tidak optimal mengenai organ vital sang istri atau karena ereksi sang suami tidak maksimal sehingga rangsangan pun terjadi pada waktu yang singkat. Jadi, masih keberatan dan berfikir oral seks perlukah?

Sebelum berbicara lebih dalam, perlunya oral seks sebagai sarana warming up sehingga pasangan Anda merasa lebih siap untuk berhubungan. Kedua, oral seks dilakukan saat salah satu pasangan memiliki kendala tertentu, sehingga ia tidak dapat melakukan hubungan badan secara konvensional. Dengan melakukan oral seks, berarti Anda akan menggunakan bagian tubuh tertentu untuk menyentuh bagian vital atau G-spot dari pasangan Anda. Hal ini lebih kerap dilakukan untuk menunjukkan rasa cinta seorang pasangan kepada pasangannya. Selanjutnya, saat pasangan merasa siap, maka hubungan seks akan lebih nyaman dilakukan. Meskipun demikian, ada baiknya, saat melakukan hubungan ini terdapat kesepakatan antara kedua belah pihak. Dengan kesepakatan ini, kedua belah akan merasa lebih tenang, akan tetapi jika salah satu pasangan menolak. Ada baiknya tidak dilakukan dan membuang jauh-jauh pemikiran tentang oral seks perlukah.

Hubungan estetika

Orang kerap menyandingkan bahwa seks adalah kesakralan dengan landasan agama. Hal ini tentunya mengakibatkan goncangan rasa ragu tentang oral seks perlukah dalam hati. Mengingat oral seks yang diperlukan seakan mencederai kesakralan tersebut. Tentunya hal ini tidak memiliki sangkut paut sama sekali. Mengingat hubungan seks adalah kebebasan untuk mengeluarkan segala imajinasi terhadap lawan jenisnya. Bahkan, terdapat kalimat bijak bahwa ‘seks dapat dilakukan dengan cara apapun dan posisi bagaimana pun selama pasangan tersebut tidak melakukan melalui anus’.

Selain itu, oral seks kerap dijadikan alasan sebagai penyebab munculnya penyakit tertentu. Sayangnya, pendapat tersebut diamini oleh banyak orang karena pemahaman yang mentah tentang sex education. Tak ayal, dalam hubungan intim, terdapat pasangan yang merasa canggung melakukannya. Imbasnya, dalam melakukan hubungan, pasangan merasa risih dan jijik. Tentunya, hal ini akan mengganggu keharmonisan dan kenikmatan saat berhubungan. Dengan demikian, Anda dapat melihat sisi positif oral seks perlukah sebagai warming up atau tidak sebelum berhubungan intim.