Novel Erotis Jadi Panduan dalam Bercinta? Telaah Dulu Isinya

Novel Erotis Jadi Panduan dalam Bercinta? Telaah Dulu Isinya

Jakarta – Popularitas novel ‘Fifty Shades of Grey’ sukses membuat banyak pasangan terinspirasi untuk mencoba posisi seks baru. Dalam survei yang dilakukan Netmums kepada 2.183 responden seperti dikutip dari Daily Mail, terungkap 40% pasangan jadi berani mencoba setidaknya lima posisi baru setiap bercinta.

Hal ini pun menimbulkan pandangan baru, bahwa novel erotis bisa menjadi salah satu panduan dalam bercinta. Namun seksolog Prof. DR. Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd mengingatkan, tidak semua novel bisa dijadikan inspirasi untuk bercinta.

“Nggak selalu bisa, tergantung isinya seperti apa. Karena belum tentu penulisnya ahli di bidang seksualitas dan belum tentu yang dituliskan itu benar,” ujar Prof. Wimpie saat diwawancarai wolipop lewat telepon pada Kamis (06/09/2012).

Seksolog lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali ini juga menegaskan untuk waspada dengan konten seks yang mengarah pada sadomasokis, yaitu perilaku dimana seseorang baru bisa menikmati aktivitas bercinta dengan menyiksa atau menerima siksaan. Sebab, itu merupakan perilaku seks yang tidak sehat.

“Kalau yang seperti itu (sadomasokis), saya kira tidak sehat, untuk apa? Kalau orang normal tidak akan melakukan hal seperti itu. Kalau bisa puas dengan kekerasan, siksaan, lihat lagi latar belakang tokoh (di dalam novel) seperti apa? Apakah tokohnya mengalami gangguan yang membuat dia jadi seperti itu? Karena orang normal nggak akan mau disiksa atau menyiksa,” urai dokter spesialis andrologi dan seksologi di Rumah Sakit Sanglah, Bali ini.

Namun Prof. Wimpie juga tak menampik kalau novel erotis memiliki beberapa dampak positif bagi kehidupan seks pasangan menikah. Salah satu tujuan dari tulisan-tulisan di dalam novel erotis adalah merangsang hasrat bercinta sehingga lebih memudahkan orang untuk melakukan hubungan intim dengan pasangannya.

“Manfaatnya ya dorongan seksual. Kata-kata, aktivitas atau ungkapan erotis di dalam novel bisa timbulkan rangsangan. Itu dampak positifnya. Jadi boleh saja dan tidak masalah dibaca bagi orang dewasa,” terang pria berusia 64 tahun ini.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply