Mengenal Anorgasmia, Kelainan yang Membuat Wanita Tak Pernah Bisa Orgasme

Mengenal Anorgasmia, Kelainan yang Membuat Wanita Tak Pernah Bisa Orgasme

Jakarta – Seorang wanita asal Inggris membuat pengakuan mengejutkan karena secara blak-blakan mengaku tidak pernah sekalipun mengalami orgasme saat bercinta, baik saat bersama pasangannya atau masturbasi. Menurut wanita tersebut dia menderita anorgasmia. Apa itu anorgasmia?

Anorgasmia, gangguan kesehatan ini dialami oleh wanita yang secara teratur kesulitan mencapai orgasme meskipun sebelum bercinta sudah cukup mendapat stimulasi. Situs Mayo Clinic menyebutkan, ini sebenarnya kejadian yang umum dialami wanita. Ada banyak wanita yang tak diduga mengalaminya.

Gejala paling jelas seorang wanita mengalami anorgasmia adalah ketidakmampuan mereka merasakan orgasme atau membutuhkan waktu lama untuk bisa klimaks. Dilihat lebih jauh dari gejalanya, anorgasmia ini terbagi dalam empat tipe:

1. Anorgasmia primer. Wanita yang berada di tipe pertama ini sama sekali tidak pernah merasakan orgasme.
2. Anorgasmia sekunder. Wanita yang berada di tipe kedua ini biasanya bisa orgasme, tapi sekarang kesulitan untuk mencapai klimaks.
3. Anorgasmia situasional. Wanita yang berada di tipe ketiga ini hanya bisa orgasme hanya pada situasi atau kondisi tertentu seperti ketika oral seks atau masturbasi. Tipe anorgasmia ketiga ini paling umum dialami wanita. Malah, sebagian besar wanita hanya bisa orgasme melalui stimulasi klitoris.
4. Anorgasmia umum. Wanita yang berada di tipe keempat ini tidak bisa mendapatkan orgasme saat bercinta dalam situasi apapun atau dengan pasangan manapun.

Para wanita disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasa mengalami gejala anorgasmia ini. Jangan buru-buru menganggap diri Anda tidak normal karena tidak pernah mengalami orgasme. Bisa jadi menurut dokter apa yang Anda alami normal terjadi atau dokter mungkin akan merekomendasikan cara agar orgasme itu bisa terjadi seperti dengan mengurangi rasa gelisah dan meningkatkan kepuasan.

Selain karena faktor psikologis, wanita juga bisa kesulitan mengalami orgasme karena masalah kesehatan dan pengobatan. Berikut ini berbagai hal yang dapat mempengaruhi orgasme mulai dari penyakit, perubahan fisik dan pengobatan:

1. Penyakit. Penyakit apapun bisa mempengaruhi respon seksual tubuh, seperti diabetes dan masalah syaraf seperti sklerosis ganda (kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang).
2. Masalah Ginekologi. Bisa atau tidaknya seorang wanita mengalami orgasme bisa dipengaruhi karena operasi yang berhubungan dengan sistem reproduksi.
3. Pengobatan. Ada beberapa jenis obat yang bisa mempengaruhi orgasme seperti obat untuk tekanan darah, antihistamin dan antidepressant.
4. Penuaan. Seiring pertambahan usia, perubahan pada bentuk tubuh, hormon, sistem syaraf dan peredaran darah mempengaruhi seksualitas. Jumlah hormon estrogen yang menurun saat menopause bisa mengurangi sensasi di klitoris, puting dan kulit meskipun sudah distimulasi dengan cukup. Aliran darah dari vagina dan klitoris juga bisa terhambat sehingga membuat orgasme tertunda atau malah tidak terjadi sama sekali.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply