Mengapa Seks Lebih Baik Dengan Cinta?

Mengapa Seks Lebih Baik Dengan Cinta?

Seks bisa dilakukan dengan atau tanpa cinta. Memang tidak ada yang salah melakukan hubungan intim tanpa keterikatan emosional diantara kedua belah pihak. Seks dan cinta punya tujuan berbeda, meski keduanya bisa berjalan beriringan. Apakah seks lebih baik dengan cinta? Tentu saja, ketika ada cinta di dalamnya, seks akan terasa jauh lebih menggairahkan. Sensasi yang tercipta akan berkali-kali lipat lebih kuat dibandingkan jika aktivitas ini dilakukan tanpa rasa cinta. Mengapa anda harus mencintai orang yang diajak berhubungan intim?

Tidak malu berkata jujur

Berhubungan intim dengan orang yang baru dikenal seringkali menimbulkan kekakuan. Bahkan ketika perkenalan tidak berlanjut dengan seks, tetap ada rasa kaku. Hanya waktu yang bisa mencairkan kebekuan tersebut. Dalam berhubungan intim, pasangan bisa tidak sengaja bersikap ‘kasar’. Mungkin karena ia terlalu bersemangat sehingga kurang memperhatikan kondisi anda.

Nah, dalam situasi seperti ini, biasanya kita akan lebih mudah terbuka ketika orang yang diajak bercinta sudah dikenal secara personal. Semsentara jika partner seks adalah orang baru, biasanya ada rasa sungkan untuk mengungkapkan ketidakpuasan saat berhubungan intim. Misalnya anda merasa tidak nyaman dengan gaya tertentu, anda jadi enggan menyampaikannya kepada orang tersebut.

Quickie terasa berbeda

Seks kilat terasa berbeda ketika dilakukan dengan orang yang baru kita kenal. Quickie merupakan hal lumrah bagi pasangan yang sudah berumah tangga. Mungkin mereka tidak punya banyak waktu luang, sehingga harus buru-buru melakukannya. Nah, jika ini dilakukan dengan orang baru, intimasinya justru tidak ada. One night stand sendiri sebenarnya terkesan tidak intim, apalagi jika dilakukan dalam beberapa menit saja. Apa sih tujuannya melakukan quickie dengan orang asing? Mencapai kepuasan seks tidak harus dengan orang lain, kan? Anda bisa melakukannya di rumah dengan sex toys.

Tahu kemauan anda

Ada perbedaan yang signifikan ketika kita melakukan seks dengan orang yang kita cintai dan orang yang baru dikenal. Berhubungan intim dengan orang yang dicintai terasa lebih menyenangkan karena ia tahu apa yang anda inginkan. Aktivitas seks yang berulang membuatnya belajar hal-hal yang disukai oleh pasangannya. Sementara jika seks dilakukan bersama partner yang baru dikenal, mencapai orgasme bisa sulit. Itu karena ia tidak tahu apa yang kita sukai dalam seks. Misalnya anda lebih suka penetrasi sambil berciuman, tapi ia tidak melakukannya karena tidak tahu. Atau anda lebih suka memulainya dengan foreplay, tapi ia melewati tahapan tersebut karena tidak tahu. Semua ini bisa membuat seks terasa hambar.

Eye contact tidak terasa aneh

Memandang orang yang baru dikenal dengan tatapan mendalam bisa berubah awkward. Hanya rasa cinta yang bisa mencairkan kebekuan ini. Dalam berhubungan intim khususnya gaya missionary, mau tidak mau wajah akan saling menatap. Dan jika tidak ada koneksi emosional, situasi tersebut akan mudah berubah menjadi aneh. Pada akhirnya kalian berdua bisa saling membuang muka dan hanya sesekali melihat. Ini tentu bisa berdampak langsung pada intimasi. Seks pun tidak akan terasa begitu menyenangkan. Maka dari itu, sangat disarankan berhubungan intim dengan orang yang anda cintai. Ketika ada cinta di dalamnya, menatap berlama-lama pun tidak akan terasa aneh. Justru itu bisa membuat anda merasa semakin bergairah sebab kontak mata merupakan elemen penting dalam seks.

Merasa nyaman

Ketika anda merasa tidak percaya diri dengan bentuk fisik, pasangan adalah orang yang paling mau mengerti. Rasa tidak percaya diri ini bisa berubah menjadi energi negatif ketika berhubungan intim dengan orang yang baru dikenal. Anda akan merasa tidak nyaman, sehingga seks terasa flat atau hambar. Nah, sekarang anda tahu mengapa seks lebih baik dengan cinta.