Mengapa Misionaris Adalah Gaya Bercinta Terbaik?

Mengapa Misionaris Adalah Gaya Bercinta Terbaik?

Berbicara soal gaya bercinta, anda mungkin akan segera membayangkan pasangan yang saling berhadap-hadapan saat melakukan penetrasi. Ini yang disebut dengan missionary style. Gaya misionaris termasuk gaya terpopuler sebab kita melakukannya secara instinctive. Saat pertama kali berhubungan intim, mungkin anda akan mencoba gaya ini terlebih dahulu. Tidak ada paksaan, semua terjadi secara natural. Posisi ini juga kerap dipertontonkan di opera sabun dan program hiburan lainnya. Ada beberapa alasan mengapa misionaris adalah gaya bercinta terbaik.

Posisi paling nyaman bagi wanita

Seorang wanita yang memiliki tubuh subur lebih nyaman melakukan gaya ini karena beberapa alasan. Yang pertama, ia tidak perlu menguras tenaga sebab dalam gaya ini, wanita hanya perlu berbaring manis dan pria yang sibuk ‘bekerja’. Kemudian, gelambir lemak juga tidak jelas terlihat. Bisa dibayangkan jika seseorang yang punya tumpukan lemak mengambil posisi Woman On Top? Ini tidak hanya membuat gelambir lemak bergerak tak terkendali, tapi juga membuat pria kerepotan menahan berat badan pasangannya.

Bagi wanita yang punya tubuh ideal pun, posisi ini tetap yang paling favorit karena ada kesan feminine di dalamnya. Posisi misionaris sering diidentikkan dengan kondisi submissive. Meski wanita tidak harus selalu pasif di ranjang, tapi kebanyakan lebih suka diperlakukan secara halus dan dimanja. Ada nuansa romantis saat pasangan saling berhadap-hadapan ketika melakukan penetrasi. Bagi beberapa orang, ini adalah posisi paling nyaman yang bisa membuat mereka mencapai orgasme lebih cepat. Itu sangat masuk akal sebab melakukan penetrasi secara misionaris tidak membutuhkan banyak tenaga dibandingkan dengan variasi gerakan lain.

Penuh kasih sayang

Posisi misionaris adalah posisi yang penuh kasih sayang. Dengan melihat wajah partner secara langsung, anda bisa merasakan lebih dari sekedar gairah seks. Ini bisa membangkitkan romantisme diantara keduanya. Melihat ekspresi pasangan saat berada puncak kenikmatan adalah hal yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Ini juga bisa membuat anda semakin terangsang untuk memberikan stimulasi agar ia merasa semakin puas. Dalam posisi misionaris, ada berbagai hal yang bisa dilakukan, seperti saling mencium dan mengunci tangan masing-masing. Selain itu, anda juga bisa memegang pinggang pasangan agar ia merasa lebih dekat.

Bisa dieksplor jika membosankan

Gaya seks misionaris bisa terasa membosankan jika terlalu sering dilakukan. Tapi anda tidak perlu khawatir sebab ada berbagai variasi yang bisa dicoba. Misalnya saja anda bisa meletakkan bantal di bawah pinggang pasangan sebagai bantalan agar penetrasi  bisa lebih dalam. Ini akan memberikan nuansa berbeda. Selain itu, penetrasi juga tidak harus dengan saling menindih. Anda bisa mengambil posisi duduk, sementara pasangan tidur. Keuntungan lain berhubungan seks dengan gaya missionary adalah tidak menguras tenaga.

Pada posisi ini, kaki anda lurus, tidak ditekuk. Ini akan mengurangi ketegangan dan membuat seks terasa lebih santai. Variasi lain yang bisa dicoba adalah mengangkat kedua kaki ke bahu pasangan, sehingga ia bisa melakukan penetrasi lebih dalam. Semakin dekat penetrasi dengan serviks, semakin nikmat sensasi yang dirasakan. Coba saja sendiri kalau tidak percaya.

Lebih mudah orgasme

Ada satu teknik yang bisa mempercepat orgasme, yaitu dengan posisi tubuh saling menekan. Dalam posisi misionaris, biasanya pria menahan bobot tubuhnya sendiri dengan kedua tangan agar tidak menindih wanita. Tapi ada satu teknik lain yang bisa dicoba. Jika postur tubuh anda tidak terlalu besar, maka cobalah melakukan penetrasi sambil menindih pasangan. Pertama-tama, ambil posisi berhadap-hadapan. Penis dan Miss V harus sejajar sehingga tidak ‘meleset’ saat penetrasi. Tindih badannya, lalu gerakkan pinggang secara perlahan naik turun sembari bagian atas tubuh menempel pada pasangan. Itu tadi alasan mengapa misionaris adalah gaya bercinta terbaik.