Masturbasi Hanya untuk Pria dan Wanita Single, Mitos atau Fakta?

Masturbasi Hanya untuk Pria dan Wanita Single, Mitos atau Fakta?

Jakarta – Masturbasi Hanya untuk Pria dan Wanita Single, Mitos atau Fakta?

Banyak hal seputar masturbasi yang kerap dipertanyakan sehingga menimbulkan berbagai mitos yang belum bisa dipastikan kebenarannya. Sedikitnya ada empat mitos yang paling umum dipercaya orang namun kenyataannya adalah kekeliruan besar. Apa saja?

1. Masturbasi = Perilaku Seks Menyimpang
Tidak selalu. Faktanya, masturbasi adalah hal yang sangat lumrah terjadi pada pria maupun wanita. Masturbasi merupakan bentuk rangsangan seksual yang diakhiri dengan orgasme, hanya saja tidak melibatkan penetrasi seks maupun kontak langsung dengan pasangan. Seorang seksolog, Dr. Deidre seperti dikutip dari The Sun mengungkapkan bahwa tak ada yang salah dari masturbasi. Bahkan aktivitas ‘solo seks’ ini dianjurkan jika ada orang yang mengalami masalah untuk mencapai orgasme. Hal itu dilakukan agar mereka tahu mengenai apa yang membuat mereka puas dan diharapkan dapat mengomunikasikan hal itu pada pasangan masing-masing.

Masturbasi bisa dikatakan bermasalah atau tidak normal jika dilakukan karena seseorang merasa tidak puas dengan performa pasangannya. Hal itu mengindikasikan ada masalah dalam kehidupan seksual mereka dan sebaiknya segera konsultasikan dengan seksolog atau psikolog.

2. Berbahaya Bagi Organ Reproduksi
Mitos yang selama ini beredar masturbasi bisa menurunkan kualitas sperma, melukai alat vital bahkan menimbulkan kebutaan. Namun seperti dikutip dari Intimate Medicine, masturbasi sama sekali tidak berbahaya jika dilakukan secara benar dan wajar. Masturbasi tidak menimbulkan risiko apabila hanya dilakukan satu bulan sekali, atau maksimal tiga kali sehari. Tapi perlu diwaspadai jika masturbasi mulai dilakukan secara kompulsif. Hal itu menandakan kemampuan untuk menahan hasrat seksual tak bisa lagi dibendung sehingga timbul perilaku seksual yang menyimpang. Untuk masalah ini, disarankan minta saran dari psikiater dan terapis seks.

3. Hanya Pria yang Melakukan Masturbasi
Secara statistik, masturbasi memang lebih umum dilakukan kalangan pria. Tapi bukan berarti wanita tidak pernah melakukannya. Untuk meningkatkan kepuasaannya dalam bercinta, wanita pun kerap bermasturbasi dan biasanya menggunakan sex toys.

Wanita yang sering masturbasi perlu waspada karena jika tidak hati-hati bisa merusak selaput dara. Selaput dara terletak di mulut Miss V, area itu berupa lipatan mukosa yang bentuknya tidak sama antara satu wanita dengan wanita lain. Ada yang berupa lipatan mukosa melingkari dinding vagina, ada juga yang berupa membran berlubang-lubang di mulut vagina. Kelenturan dari selaput dara ini juga berbeda-beda pada tiap wanita, ada yang mudah robek dan ada yang sangat lentur sehingga sulit terjadi robekan.

4. Masturbasi Bukan untuk Pasangan Menikah
Masturbasi memang kerap dilakukan mereka yang masih single untuk memuaskan hasrat seksnya sendirian. Namun berdasarkan survei, masturbasi juga kadang dilakukan pasangan yang sudah menikah. Alfred Kinsey, seorang ahli biologi asal Amerika Serikat pernah melakukan survei mengenai perilaku seksual pada awal abad 20. Dari hasil survei, Kinsey menemukan sekitar 40 persen pria dan 30 persen wanita yang terikat dalam jalinan asmara dan berhubungan seksual, juga melakukan masturbasi secara rutin.

Masturbasi yang dilakukan orang yang sudah menikah biasanya lebih untuk meningkatkan kualitas seks mereka. Dengan bermasturbasi, orang jadi tahu titik-titik rangsang yang paling sensitif ketika disentuh. Informasi yang didapat dari masturbasi itulah yang kemudian dikomunikasikan kepada pasangan.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply