Masalah Disfungsi Seksual Pada Wanita

Masalah Disfungsi Seksual Pada Wanita

Disfungsi seksual bukan masalah ekslusif bagi para pria saja. Masalah ini juga bisa dialami oleh kaum wanita. Masalah disfungsi seks mencakup penurunan libido, sulitnya mencapai orgasme, tidak mudah menerima stimulasi, dll. Masalah ini muncul seiring dengan bertambahnya usia. Maka dari itu, jika anda sudah tidak muda lagi, anda perlu lebih awas terhadap masalah ini.

Dibandingkan dengan wanita, masalah ini lebih mudah diamati pada pria. Namun begitu, tetap saja wanita bisa mengalaminya dan tidak bisa disepelekan terutama jika anda dan pasangan masih membutuhkan kehangatan seks. Ada beberapa gejala adanya masalah disfungsi seksual pada wanita.

Libido rendah

Libido yang terus menurun bisa menjadi pertanda seseorang mengalami masalah disfungsi ereksi. Seks merupakan kebutuhan biologis. Tapi beberapa pasangan memutuskan untuk tidak lagi menjadikannya sebagai rutinitas ketika sudah memasuki usia tertentu. Yang menjadi masalah adalah ketika penurunan libido terjadi saat pasangan sedang aktif-aktifnya. Ini bisa menimbulkan ketimbangan yang berujung pada permasalahan di atas ranjang.

Libido rendah bisa dialami oleh siapa saja, baik pria maupun wanita. Hampir setengah wanita berusia 30 hingga 50 tahun mengalami penurunan hasrat seksual secara bertahap. Meski faktor usia memegang peran penting, tapi libido rendah juga bisa disebabkan oleh tekanan psikis dan penyakit fisik seperti tekanan darah rendah dan diabetes. Anda perlu mencari tahu apakah masalah tersebut dipicu oleh faktor fisik atau psikis. Dokter bisa membantu anda menemukan jawabannya. Jika akar permasalahan sudah berhasil ditemukan, segeralah melakukan treatment.

Miss V kering

Masalah ini bisa dipicu oleh perubahan hormonal di dalam tubuh. Masalah ketidakseimbangan hormon kerap menimpa mereka yang sedang menyusui atau sudah memasuki masa menopause. Lalu, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya? Cara termudah adalah dengan mengaplikasikan pelumas dari luar. Organ intim sebenarnya punya kemampuan lubrikasi sendiri. Jadi tanpa pelumas tambahan pun, organ intim tetap akan basah asalkan anda mendapatkan stimulasi yang cukup.

Tapi tidak semua wanita punya sensitivitas yang sama terhadap stimulasi seks. Beberapa karena faktor usia dan yang lainnya sulit untuk menerima rangsangan tersebut. Jika tidak ada cukup rangsangan, vagina akan menjadi kering bahkan ketika dilakukan penetrasi. Untuk mengatasi masalah tersebut, anda perlu mengaplikasikan pelumas. Saat ini sudah ada banyak pelumas yang dirancang khusus untuk organ intim. Silakan pakai agar penetrasi tidak terasa menyakitkan.

Masalah disfungsi seksual pada wanita

image source: diabetes-ratgeber.net

Munculnya rasa sakit

Rasa sakit ketika berhubungan intim adalah hal yang lazim terjadi. Penyebabnya bisa bermacam-macam, salah satunya adalah berkaitan dengan vagina kering. Masalah fisik seperti endometriosis juga bisa menjadi penyebabnya. Jika rasa sakit muncul berulang kali saat berhubungan intim bersama pasangan, anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya. Beberapa kondisi seperti endometriosis dan vaginismus memerlukan penanganan serius. Selain obat-obatan, dokter juga akan menyarankan terapi lain seperti latihan pelvis.

Sulit orgasme

Orgasme pada wanita bukanlah sesuatu yang bisa ditakar dengan mudah. Di usia muda, wanita biasanya lebih mudah mengalami orgasme. Kemampuan ini bisa menurun seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa mulai mengalaminya beberapa tahun sebelum memasuki masa menopause. Kondisi tersebut semakin serius ketika menstruasi sudah berhenti.

Faktor lain seperti rasa cemas, penyakit kronis, dan konsumsi obat-obatan juga tidak bisa diabaikan. Jika kesulitan mencapai orgasme, mungkin ada beberapa bagian dari rutinitas seks yang perlu diubah. Mengulangi aktivitas yang sama bisa berubah membosankan dan secara langsung berdampak pada orgasme. Maka dari itu, lakukanlah eksplorasi agar anda bisa menikmati orgasme kembali. Sekian informasi seputar masalah disfungsi seksual pada wanita. Segeralah mencari treatment jika anda mengalaminya agar masalah tidak semakin berlarut-larut.