Kesalahan Yang Pria Sering Lakukan Di Ranjang

Kesalahan Yang Pria Sering Lakukan Di Ranjang

Secara naluriah, manusia adalah makhluk seksual. Pria suka seks, begitu pula dengan wanita. Seks tidak menuntut kesempurnaan, tapi terkadang kita melakukan hal-hal yang tidak sepatutnya di dalam aktivitas tersebut. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang pria sering lakukan di ranjang:

Straight to the point

Pria terkadang ingin cepat saat berhubungan intim. Maksudnya mereka langsung melakukan penetrasi tanpa didahului oleh foreplay. Di sisi lain, banyak wanita menganggap foreplay sebagai sesuatu yang penting. Lalu, apa solusi untuk masalah ini? Solusinya adalah pria tidak boleh egois atau mementingkan diri sendiri. Jika wanita ingin melakukan foreplay, maka sebaiknya lakukan demi kenyamanan berdua. Jika ini dilewatkan, wanita bisa merasa tidak mood dan seks pun akan terasa kurang bergairah.

Foreplay adalah proses warming up untuk membuat seks lebih menggairahkan. Jadi saran kami, jangan pernah melewatkan foreplay. Tidak ada tuntutan untuk berlama-lama melakukannya. Anda bisa melakukan foreplay selama 15 menit. Itu sudah lebih dari cukup untuk membangkitkan libido keduanya.

Mengeksplor secara sepihak

Contoh yang paling mudah adalah saat pria ingin mencoba gaya baru. Ada banyak gaya yang bisa dieksplor, tapi anda harus ingat bahwa di dalam berhubungan intim, persetujuan keduanya sangat penting. Jika ia sedang tidak mood untuk mengeksplor gaya baru, maka jangan paksa kehendak. Beberapa gaya membutuhkan stamina lebih, jadi wajar jika ia menolaknya. Jika anda tetap ingin mencobanya, cari waktu lain. Setiap gaya yang ingin dicoba harus mendapatkan persetujuan pasangan. Ini semata-mata untuk menjaga mood supaya seks tetap hangat. Jika salah satu sedang malas, hubungan akan terasa hambar.

Terlalu fokus pada orgasme wanita

Pria suka jika pasangannya mencapai orgasme. Itu mendorong mereka memberikan stimulasi secara terus-menerus, seperti penetrasi, meremas payudara, mencium, dsb. Jika semuanya dilakukan dalam waktu yang singkat, itu bisa membuat seks terasa berlebihan. Mempertahankan tempo permainan penting untuk dilakukan. Tahu kapan anda harus bermain pelan dan kapan lebih cepat. Jangan hanya fokus pada kepuasaan pasangan, sehingga anda melupakan kepuasan diri sendiri.

Bagaimanapun juga, seks yang ideal adalah seks yang berujung pada orgasme, baik pada pria maupun wanita. Jangan hanya mempedulikan perasaan pasangan. Anda juga perlu memberikan waktu kepada diri sendiri untuk mencapai orgasme. Jika anda menikmati seks yang dilakukan, energi positif tersebut akan secara terkirim kepada pasangan.

Kurang variasi

Rutinitas seks terkadang membuat pria lupa untuk melakukan sesuatu yang baru. Seks sekalipun menyenangkan tetap bisa berubah membosankan. Tidak hanya anda, pasangan juga bisa merasakan hal yang sama. Maka dari itu, cobalah sesuatu yang baru secara rutin. Baca lebih banyak info tentang bagaimana membuat kehidupan seks lebih berwarna.

Terlalu kasar

Wanita terkadang suka dikasari saat berada di atas ranjang. Namun begitu, tidak setiap wanita berpikiran seperti ini. Ada wanita yang suka main ‘kasar’, tapi hanya di waktu-waktu tertentu saja. Masalah yang sering muncul saat pria terlalu bergairah adalah ia bisa menyakiti pasangannya. Contohnya adalah ia melakukan penetrasi terlalu dalam, sehingga bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian dalam organ intim pasangannya.

Gesekan yang berulang-ulang bisa menimbulkan iritasi. Jika anda melihat ekspresi tidak nyaman pada pasangan, coba segera tanyakan. Mungkin saja ia menahan rasa sakit, tapi enggan untuk mengungkapkannya karena ingin menjaga perasaan anda. Anda harus memahami batasan dalam berhubungan intim. Tanyakan secara langsung batasan-batasan tersebut agar anda tidak melewatinya. Itu tadi beberapa kesalahan yang pria sering lakukan di ranjang.