Jangan Biarkan Suami Stres Jika Mau Istri Cepat Hamil

Jangan Biarkan Suami Stres Jika Mau Istri Cepat Hamil

Jakarta – Belum juga dikaruniai momongan pasca menikah? Coba perhatikan bagaimana kondisi psikologis suami. Riset terbaru mengungkapkan jika Anda ingin cepat hamil, suami sebaiknya tidak dalam kondisi stres.

Riset tersebut dipimpin oleh Teresa Janevic dari Rutgers School of Public Health’s Department of Epidemiology, Piscataway, New Jersey. Dalam penelitiannya, Teresa dan tim melibatkan 193 pria sehat berusia 38 sampai 49 tahun. Mereka semua diminta memberikan sperma sebagai sample. Para responden kemudian diminta menjawab kuisioner berisi pertanyaan tentang seberapa stres mereka dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan.

Setelah diteliti hasilnya diketahui pria yang level stresnya tinggi jumlah sperma berkualitasnya lebih rendah ketimbang mereka yang tidak terlalu stres. “Jumlah sperma mereka juga rendah,” kata Janevic seperti dikutip Everyday Health.

Janevic menambahkan rendahnya jumlah sperma berkualitas dan jumlah sperma yang diproduksi ini menyebabkan kesuburan para pria stres tersebut menjadi menurun. Hal ini pun mempengaruhi tingkat kesuksesan kehamilan karena menurunnya jumlah sperma yang mampu membuahi sel telur.

Penelitian yang dilakukan Janevic dan timnya ini tidak melihat apakah ada hubungannya antara tingkat stres seorang pria dengan bagaimana hal itu mempengaruhi sperma. Dan menurutnya, bertambahnya level stres seorang pria tidak terlalu mempengaruhi kualitas sperma mereka. Yang dapat dipastikannya hanyalah ketika pria stres, produksi sperma berkualitasnya menurun.

Pakar lainnya mengungkapkan rupanya bukan hanya pria yang kesuburannya jadi terpengaruh karena stres. Menurut Dr. Brian Kaplan, pendiri Fertility Centers of Illionis, stres juga mempengaruhi fertilitas wanita. Hanya saja pada wanita, ketika stres sudah sangat ekstrem barulah hal itu mengurangi kemungkinan mereka hamil.

Pendiri Fertility Awareness Counseling and Training Seminars (FACTS), Tony Weschler menambahkan stres bisa mempengaruhi fungsi hipotalamus, bagian di otak yang berfungsi mengatur emosi, tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi. Bagian otak ini juga mengatur hormon yang memerintahkan ovarium untuk melepaskan sel telur.

Seperti dikutip Babycenter, ketika Anda merasa stres, masa subur akan mengalami penundaan atau malah sama sekali tidak terjadi. Sehingga ketika Anda dan pasangan bercinta ketika masa subur, Anda bisa kehilangan kesempatan untuk hamil.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply