Hati-hati, Penis Bengkok Juga Tergolong Ereksi Abnormal

Hati-hati, Penis Bengkok Juga Tergolong Ereksi Abnormal

Jakarta, Di samping priapism atau penis yang terus-menerus ‘menegang’ saat terangsang, ereksi abnormal juga terjadi pada pria dengan penyakit Peyronie. Apa itu? Pria yang mengalami kondisi ini memiliki penis yang tampak melengkung ketika sedang ereksi.

“Biasanya disebabkan karena radang, atau psoriasis penis. Misalnya karena suntikan di penis atau trauma pada penis,” terang Prof DR dr Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS dari Universitas Udayana kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (17/9/2014).

Senada dengan Prof Wimpie, dr Gideon F.P. Tampubolon, SpU dari RS Premier Bintaro menambahkan Peyronie bisa muncul akibat efek samping obat suntik untuk mengatasi ereksi. “Biasanya kalau main suntik ada penebalan di salah satu sisi penis, sehingga menyebabkan bengkok,” tegasnya.

Sedangkan dr Nugroho Setiawan, MS, Sp.And. dari RSUP Fatmawati mengatakan, “Peyronie bisa karena (penis) dipasang mutiara. Di Indonesia Timur itu banyak yang pasang mutiara di penisnya biar cantik,” timpalnya saat dihubungi secara terpisah.

Namun tampaknya kasus pria dengan Peyronie ini jarang ditemukan di Indonesia. Hal ini diamini Prof Wimpie. “Kalau kasusnya tidak sering, tapi dulu ketika suntikan di penis (untuk pengobatan ereksi) sering dilakukan memang ada kasus yang terkena Peyronie ini. Itu sekitar tahun 1998 kalau enggak salah,” tandas Prof Wimpie.

Akan tetapi dr Nugroho menegaskan kendati sindrom Peyronie menyebabkan penis menjadi bengkok, namun tak bisa dikatakan bahwa sindrom ini membuat penis menjadi berubah bentuk. Hanya saja penderitanya akan merasakan perih yang cukup menyiksa ketika ereksi.

“Syndrome Peyronie itu kan sebenarnya hanya perih karena infeksi atau karena yang lain,” ujarnya.

Bila bentuk Mr P menunduk terlalu ekstrem atau terkesan bengkok, dr Andri Wanananda MS dari Universitas Tarumanegara menyatakan perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis urologi untuk melihat tingkat kebengkokan penis yang bersangkutan.

“Jika bengkok terlalu ekstrem kemungkinan perlu reposisi melalui tindakan bedah plastik (plastic surgery),” sarannya.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply