Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Penis Yang Disunat

Hal-Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Penis Yang Disunat

Sunat merupakan praktek yang umum dilakukan oleh pria, meski tidak semuanya memiliki penis yang disunat. Sunat tidak memberikan efek positif maupun negatif bagi tubuh, hanyak saja karena alasan estetis, banyak orang yang melakukannya. Ada hal-hal yang perlu diketahui tentang penis yang disunat. Apa saja itu?

Tidak semua pria disunat

Meski di Indonesia prosedur ini sangat umum, tapi di belahan dunia lain, sunat tidak menjadi sebuah keharusan. Perbedaan antara pria yang disunat dan tidak disunat bisa menimbulkan masalah preferensi. Beberapa wanita lebih suka jika pasangannya disunat karena terlihat bersih, sementara yang lainnya tidak masalah memiliki pasangan yang tidak disunat.

Ini juga bisa menimbulkan masalah kepercayaan diri. Banyak pria yang belum disunat merasa minder, padahal kondisi ini bukanlah sesuatu yang harus dipermalukan. Mengapa tidak boleh minder? Selain karena ada banyak pria lain yang juga belum disunat, prosedur ini bisa dilakukan kapan saja. Jadi jika anda merasa minder pada usia dewasa karena penis belum disunat, masih ada kesempatan untuk melakukannya.

Penis tidak disunat lebih sensitif

Kulit berlebih yang menutupi kepala penis membuat bagian ini sangat sensitif. Itulah mengapa pada pria yang belum disunat, ia akan merasakan sensasi luar biasa ketika menerima oral sex dari pasangannya. Wanita juga perlu lebih lembut memperlakukan pria dengan penis yang tidak disunat karena tingkat sensitivitasnya sangat tinggi. Selain itu, kulit berlebih juga memudahkan pria melakukan onani. Jadi ia tidak perlu lagi mengoleskan pelumas sebab dengan adanya kulit tersebut, onani bisa dilakukan tanpa masalah.

Menentukan oral sex

Kulit yang menutupi kepala penis bisa menghalangi proses stimulasi. Jadi agar pria merasakan sensasi lebih, kulit tersebut perlu ditarik ke belakang. Tapi ini juga bisa menimbulkan rasa sakit jika kulit penis tidak begitu longgar. Itulah mengapa prosedur sunat menjadi sebuah keharusan bagi beberapa pria sebab jika tidak dilakukan, akan menimbulkan rasa tidak nyaman.

Sama bersihnya

Banyak yang beranggapan bahwa penis yang disunat lebih besar dibandingkan penis yang tidak disunat. Padahal higienitas sangat tergantung dari bagaimana pria merawat bagian tersebut. Jika anda belum disunat, bagian tersebut bisa tetap bersih asalkan anda rajin mencucinya. Memang peluang terbentuknya kotoran di bagian dalam kulit lebih besar pada penis yang belum disunat, tapi kotoran itu sangat mudah terangkat oleh air dan sabun. Anda hanya perlu lebih teliti dalam merawatnya.

Selain itu, kebersihan organ intim bukan masalah ekslusif para pria. Wanita juga bisa mengalami masalah serupa jika tidak telaten dalam merawat organ intim. Pada wanita, masalah yang paling sering terjadi adalah keputihan akibat perkembangan bakteri dan jamur yang tidak terkontrol. Jadi jangan pernah minder karena memiliki penis yang tidak disunat sebab itu tidak masalah sama sekali.

Tidak ada pengaruhnya dengan PMS

Kontraksi penyakit menular seksual tidak ada hubungannya dengan penis yang disunat atau tidak disunat. Untuk mencegah penularan penyakit ini, yang terpenting adalah memakai pengaman. Tanpa pengaman, sekalipun penis sudah disunat, resiko terjangkit masih sangat besar. Maka dari itu, terapkan safe sex jika anda ingin terhindar dari masalah ini.

Berganti-ganti pasangan juga meningkatkan resiko penularan. Langkah preventif yang harus dilakukan bukan dengan sunat, tapi dengan menghindari faktor resikonya. Misalnya, jangan berganti-ganti pasangan atau menghindari kondom terutama ketika berhubungan dengan pasangan yang status kesehatannya tidak jelas. Itu tadi hal-hal yang perlu diketahui tentang penis yang disunat.