Fakta-fakta Ereksi pada Pria yang Belum Tentu Semua Orang Tahu

Fakta-fakta Ereksi pada Pria yang Belum Tentu Semua Orang Tahu

Jakarta – Ereksi merupakan reaksi seksual yang normal terjadi pada pria karena adanya stimulasi seks. Saat ereksi, penis pria membesar dan lebih panjang akibat aliran darah yang mengalir lebih cepat ke area genital. Pada kondisi ini, penis juga menjadi kaku dan keras. Ereksi biasanya berlangsung cepat, normalnya sekitar 5-6 menit. Namun di balik singkatnya durasi ereksi, ada proses yang cukup rumit. Ini serba-serbi tentang ereksi para pria yang mungkin belum banyak diketahui.

1. Ada Tiga Tipe Ereksi
Mr. Happy bisa ereksi karena tiga hal. Pertama adalah ereksi refleksogenik yang terjadi karena adanya kontak langsung dengan sentuhan. Ereksi prikogenik, timbul ketika pria mendapatkan stimulasi secara audiovisual misalnya menonton film porno atau berfantasi seks. Tipe ketiga adalah ereksi nocturnal yang terjadi di malam atau pagi hari. Dua tipe ereksi terakhir biasanya terjadi karena ketidaksengajaan dan bisa saja di waktu dan tempat yang tidak terduga.

2. Merokok dan Minum Alkohol = Musuh Bagi Mr. Happy
Sejumlah studi menunjukkan bahwa banyak pria muda yang mengalami disfungsi ereksi, kedapatan mengonsumsi rokok atau minum alkohol secara rutin. Dengan mengurangi atau berhenti merokok dan minuman alkohol, sangat berpengaruh dalam mengembalikan kehidupan seks yang berkualitas.

3. Dahsyatnya Efek Oral Seks
Sebuah studi, seperti dikutip dari Women’s Health USA mengungkapkan bahwa pria yang mendapatkan oral seks sebelum diukur, Mr. Happy-nya jauh lebih besar dan panjang ketimbang pria yang berfantasi seks atau distimulasi dengan tangan.

4. Mr. Happy Bengkok = Normal
Jangan kaget ketika seketika waktu melihat penis suami Anda kurang lurus ketika dia ereksi. Penis yang sedikit bengkok adalah hal yang normal. Namun jika penis sudah terlalu bengkok sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman saat penetrasi seks, maka kemungkinan pasangan Anda mengalami sindrom Peyronie’s. Sindrom ini biasanya disebabkan karena adanya jaringan otot yang rusak atau bekas luka di dalam penis. Sebaiknya konsultasikan pada ahli urologi untuk mengatasi masalah ini.

5. Ereksi dan Masturbasi
Frekuensi masturbasi sangat berpengaruh terhadap kualitas ereksi pria. Makin sering masturbasi, sensitivitas Mr. Happy terhadap rangsangan seksual bisa semakin berkurang. Konsultan seks Ian Kerner, Ph.D., menjelaskan, ketika pria tidak masturbasi selama beberapa hari maka lebih banyak pembuluh darah yang mengendur terbuka. Jadi saat ia mendapatkan stimulasi lagi, akan lebih banyak darah yang mengalir ke area genital sehingga ereksinya pun lebih besar.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply