Dokter-dokter di Venezuela Cemaskan Kelangkaan Implan Payudara

Dokter-dokter di Venezuela Cemaskan Kelangkaan Implan Payudara

Jakarta, Krisis keuangan di Venezuela mulai berdampak pada urusan penampilan, yakni ukuran buah dada. Implan payudara yang berkualitas mulai susah didapat dan para dokter mengkhawatirkan implan-implan ilegal yang dijual di pasar gelap.

Para perempuan Venezuela dikenal sangat memperhatikan penampilan dan karenanya sangat meminati implan payudara. Sayang, payudara palsu yang disetujui oleh FDA (Food and Drug Administration) mulai langka akibat kontrol mata uang terbatas yang berlaku di negara tersebut.

Dampaknya, para perempuan mulai beralih ke implan buatan China yang tidak terjamin keamanannya. Ada juga yang membelinya dari pasar gelap melalui situs Craigslist. Lebih parahnya lagi, mereka tidak peduli meski kadang implan yang dipakainya salah ukuran.

Ramon Zapata, presiden Society of Plastic Surgeons mengakui bahwa perempuan Venezuela sangat peduli dengan penampilannya. Dan karenanya, permintaan implan payudara terbilang sangat tinggi di negara ini.

“Para perempuan komplain. Perempuan Venezuela sangat peduli dengan penampilan mereka,” kata Zapata, dikutip dari Foxnews, Rabu (17/9/2014).

Menurut catatan Society of Aesthetic Plastic Surgery, diperkirakan ada 85.000 permintaan implan payudara di Venezuela sepanjang tahun lalu. Hanya Amerika Serikat, Brazil, Meksiko, dan Jerman yang mampu melebihi angka ini, itupun karena jumlah penduduknya secara signifikan memang lebih banyak.

“Ini semacam budaya ‘Aku ingin lebih cantik dari kamu.’ Itulah mengapa orang-orang, sekalipun tinggal di daerah kumuh, pasang implan,” kata Daniel Slobodoanik, seorang dokter bedah di Venezuela yang juga mengaku kesulitan mendapatkan implan asli yang berkualitas, dikutip dari CBS News.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply