Cara Menyikapi Pernikahan Tanpa Seks

Cara Menyikapi Pernikahan Tanpa Seks

Pernikahan tanpa seks bukanlah sesuatu yang baru. Konteksnya disini bukan pernikahan yang tidak dilandasi seks, tapi pernikahan yang hubungan seksnya semakin jarang. Seks menggebu di awal-awal pernikahan adalah hal yang biasa. Namun seiring dengan bertambahnya usia pernikahan, seks biasanya akan semakin jarang dilakukan, apalagi jika keduanya sudah memasuki usia 60an. Lalu, bagaimana cara menyikapi pernikahan tanpa seks?

Anggap sebagai sesuatu yang wajar

Yang pertama harus dilakukan adalah menganggap wajar hal tersebut. Mau bagaimana lagi, faktanya itu merupakan sesuatu yang wajar dan banyak terjadi di rumah tangga. Kebutuhan akan seks akan berkurang seiring bertambahnya usia. Ada berbagai perubahan hormonal di dalam tubuh yang membuat hasrat seks tidak sekencang saat kita masih muda.

Dalam situasi seperti ini, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah menerima diri apa adanya. Jika anda dan pasangan tidak begitu menikmati seks, tidak perlu memaksakan diri untuk melakukannya. Cinta yang besar sudah cukup dijadikan sebagai pondasi pernikahan. Seks hanya merupakan pelengkap saja. Seiring waktu, anda akan bisa melewati hari-hari tanpa seks yang rutin.

Berkonsultasi dengan terapis

Meski masalah seks adalah hal yang wajar di usia pernikahan yang matang, tapi banyak pasangan yang mengalaminya di awal-awal. Nah, jika masalah seks muncul ketika keduanya masih berada di usia produktif, maka anda perlu berkonsultasi dengan seksolog atau terapis. Kurangnya seks di masa produktif merupakan hal yang serius dan perlu segera dicari solusinya. Jika pernikahan terus berlanjut tanpa kehangatan di atas ranjang, bisa saja salah satu atau keduanya mencari kehangatan di luar.

Inilah yang sama sekali tidak kita inginkan karena bisa mengancam keharmonisan rumah tangga. Kebanyakan orang butuh seks di usia produktif. Itu sudah menjadi naluri dasar manusia. Kalau ada pasangan yang mampu menjalani pernikahan tanpa seks di usia muda, mungkin keduanya punya pengendalian libido yang tinggi atau sedang in-denial dengan masalah yang ada.

Sekalipun anda tidak punya masalah sekarang, bukan berarti anda tidak akan menemukan masalah di kemudian hari. Tetap saja kurangnya seks di usia produktif adalah sesuatu yang serius. Anda tidak bisa mengabaikannya begitu saja. Ingatlah bahwa seks lebih dari sekedar pemenuhan kebutuhan jasmani, tapi juga rohani. Aktivitas ini bisa semakin merekatkan hubungan kalian berdua.

Cara menyikapi pernikahan tanpa seks 2

image source: pharmamanage.gr

Berbicara

Jangan anggap seks sebagai sesuatu yang tabu. Setiap perubahan di dalam pernikahan harus dibicarakan secara langsung. Misalnya jika anda merasa seks tidak seintens dulu, tidak ada salahnya menjadikan ini sebagai topik pembicaraan. Dengan saling terbuka, anda dan pasangan akan lebih mudah menerima semua perubahan yang ada. Toh ini merupakan sesuatu yang natural, jadi tidak aneh lagi jika dibahas bersama pasangan.

Ubah prioritas

Alasan lain yang sering diungkap oleh pasangan yang hubungan seksnya kurang adalah sibuk. Ada banyak rumah tangga dimana suami dan istri sama-sama punya kesibukan sendiri. Rumah tangga seperti ini sepenuhnya normal. Setiap orang berhak untuk mencari nafkah tambahan bagi keluarga. Jika suami dan istri sama-sama punya pekerjaan, ini bisa menjadi alasan untuk menurunkan frekuensi seks. Namun begitu, anda tetap harus menjadikan seks sebagai prioritas. Tak masalah melakukan hubungan intim hanya beberapa kali dalam seminggu asalkan quality time-nya terpenuhi.

Seks tidak harus rutin dilakukan setiap hari. Bagi mereka yang sibuk dengan pekerjaan, biasanya seks jarang hinggap di pikiran. Setidaknya anda tahu bahwa kurangnya keintiman bukan karena ada pria atau wanita idaman lain, tapi murni karena alasan pekerjaan. Kondisi seperti ini masih bisa diperbaiki dengan salah satu mengalah atau berusaha menyediakan waktu. Misalnya, anda bisa meluangkan waktu setiap akhir pekan untuk bermesraan. Nah, itu tadi cara menyikapi pernikahan tanpa seks.