Berkat Novel

Berkat Novel ‘Fifty Shades of Grey’, 81% Orang Puas dengan Kehidupan Seksnya

Jakarta – Sejak diterbitkan pada Mei 2011, novel ‘Fifty Shades of Grey’ telah mengubah pandangan banyak orang, khususnya kalangan wanita soal seksualitas. Jika bicara soal seks di tempat terbuka dianggap tabu, kini banyak wanita yang menjadi lebih terbuka membicarakannya. Kaum hawa juga jadi lebih tertarik bereksperimen dalam bercinta dan mencoba sex toys. Hal itu masih ditambah dengan sosok Christian Grey yang membuat wanita merasa ingin didominasi pasangannya kala berhubungan seks.

Tiga tahun berselang, fenomena novel karangan E.L. James itu tak juga surut. Terlebih lagi pada Februari 2015, film adaptasinya akan tayang di seluruh dunia. Seperti dikutip dari Your Tango, ‘Fifty Shades of Gerey’ sepertinya ‘bertanggungjawab’ menaikkan penjualan tali pecut dan borgol (properti seks yang dimunculkan dalam novel) hingga meningkatkan angka perceraian.

Tapi di samping itu, novel cinta berbumbu erotisme ini juga berkontribusi membuat pasangan, terutama wanita lebih puas di ranjang. Menurut survei yang dilakukan LELO, brand sex toys mewah, sosok Christian Grey-lah yang membuat kecenderungan itu terjadi. Sejak 2009, LELO telah menggelar survei global soal seks dan percintaan. Hingga tahun ini, sebanyak 5 ribu responden dari 30 negara ikut berpartisipasi dalam survei. Dari hasil survei menunjukkan bahwa dalam lima tahun belakangan ini, orang membicarakan soal seks, sex toys dan hasrat seksual mereka lebih intens dari tahun-tahun sebelumnya.

Ini efek dalam percintaan dan seksualitas yang ditimbulkan oleh novel ‘Fifty Shades of Grey’ berdasarkan survei dari LELO:

1. Lebih Berani Mengutarakan Keinginan
Sebanyak 83 persen wanita mengatakan mereka lebih percaya diri mengatakan keinginan mereka saat bercinta kepada pasangannya. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya. Pada 2009, hanya 67 persen wanita yang berani terbuka dengan pasangannya soal seks.

2. Keinginan Menggunakan Sex Toys
Ada 74 persen responden yang lebih terbuka dengan kepemilikan sex toys mereka, bahkan 50 persen bersedia meminjamkannya ke anggota keluarga. Pada 2011, hanya 38 persen orang yang mau ‘memamerkan’ alat bantu seks mereka dan 7 persen yang mau meminjamkannya.

3. Lebih Puas di Ranjang
Tahun ini, 81 persen responden dilaporkan lebih puas dengan kehidupan seksnya. Jumlah ini bertambah dibandingkan pada 2014 dan 2013, hanya 70 persen orang yang mengungkapkan kepuasannya dalam bercinta.

Steve Thomson, kepala pemasaran LELO ikut menanggapi hasil survei ini. “Dalam lima tahun terakhir, ada perubahan yang cukup signifikan dalam cara kita berkomunikasi tentang seks. Hal-hal tabu sudah ‘mati’. Fifty Shades cukup berperan dalam mengekspos kultur yang lebih frontal soal seksualitas, mengungkap hasrat manusia yang paling dalam,” ujarnya.

Lalu, bagaimana prediksi tren soal seks di tahun ini? “2015 adalah tahun dimana hal-hal tabu jadi lebih muncul ke permukaan. Bagaimana sesuatu yang tabu keluar dari kotaknya,” tutup Steve.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply