Asal Muasal Virus Zika

Asal Muasal Virus Zika

Saat ini isu virus zika yang menyebar di beberapa negara sangat membuat resah. Tak hanya dikawasan Afrika, akan tetapi juga Asia, Eropa, Amerika, dan Australia meningkatkan kewaspadaan. Tidak hanya dari jalur darat atau laut, peningkatan pengawasan juga diterapkan pada jalur udara. Lalu apa sebenarnya virus zika ini? Apakah virus ini berbahaya bagai keberadaan umat manusia? Tentu saja vrus ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Tercatat bahwa gejala yang ditimbulkan virus ini pun bukan lah isapan jempol belaka. Meskipun belum ada catatan kematian karena virus ini, namun kehati-hatian tetap harus dilakukan. Mengingat, virus ini menyerang sistem imun manusia hingga beberapa hari. Terlebih, virus ini dapat menular dengan cepat melalui berbagai cara.

Asal muasal Zika

Virus zika atau infeksi zika terjadi karena adanya gigitan dari nyamuk Aedes dari spesia Aedes aegepty. Tentu saja, nyamuk jenis ini menjadi sumber utama penyebaran demam zika (Zika fever). Apabila seseorang telah terserang penyakit ini, maka beberapa gejala yang muncul mirip dengan efek dari nyamuk chikungunya. Setidaknya, dalam jangka waktu satu minggu, persendian kita akan terasa lemas dan diikuti oleh demam. Adapun ciri fisik yang dapat dilihat ialah terjadinya kojungtivitas atau mata merah.

Awalnya, virus zika ditemukan pada seekor primate resus di hutan Zika, Uganda, sekitar tahun 1947. Kemudian, penelitian berlanjut hingga ditemukan varian nyamuk dari spesies Aedes africanus di tempat yang sama satu tahun setelahnya. Adapun serangan nyamuk ini terjadi pada manusia di awal 1954 di Nigeria. Selanjutnya, daerah kawasan Africa dan Asia menetapkan penyakit ini sebagai endemic di tahun 2007 karena banyaknya korban yang terserang termasuk Indonesia. Adapun di pertengahan tahun 2015 hingga awal 2016, virus-virus zika akhirnya merebak hingga benua Amerika.

Penyebab utama

Penellitian akhir-akhir ini telah menyatakan bahwa virus zika masih tergolong virus flavivirus. Virus ini masih berkerabat dengan penyakit demam berdasar atau dengue. Prinsipnya, kedua virus ini menyebar dengan cara yang sama dengan karakteristik nyamuk yang mirip pula. Seperti Aedes pada umumnya, nyamuk ini sangat aktif di siang hari dan berkembang biak di antara manusia. Biasanya, mereka akan menaruh benih-benih baru digenangan air. Adapun cara penularan lain ialah turunan. Beberapa kasus menunjukkan bahwa seorang ibu hamil yang terkena virus ini akan menularkannya kepada si jabang bayi.

Diagnosa

Bahkan, saat persalinan, seorang anak dapat tertular.Meskipun demikian, sampai saat ini, belum ada keterangan bahwa penularan bayi dapat terjadi saat masa menyusui. Oleh karena itu, para ahli membiarkan sang ibu untuk tetap menyusui meskipun mereka terjangkit virus ini. Terakhir, virus dari bakteri zika dapat menular dari hubungan suami-istri atau pun transfusi darah. Virus zika merupakan virus yang unik karena kemiripan dengan penyakit tertentu. Semisal kepala yang pening dan tubuh yang merasa linu. Hal ini terasa seperti demam biasa atau penyakit flu. Kita akan terkecoh dan tidak melakukan tindakan dini sehingga virus dapat dilumpuhkan.

Akibatnya, virus ini menyerang kita dan dipastikan kita hampir tidak melakukan apapun selama tujuh hari. Oleh sebab itu, pendiagnosaan yang perlu dilakukan ialah dengan melihat keadaan sekitar. Apabila terdapat laporan bahwa virus zika telah menyerang suatu daerah, maka sebaiknya kita juga mawas diri dengan gejala yang demikian. Selanjutnya, kita juga dapat melakoni tes darah untuk mengidentifikasi asam nukleat, uji serologis, atau dengan pengisolasian virus. Tak hanya itu, tahapan selanjutnya juga membutuhkan hasil lab dari tes urin dan air liur. Biasanya, tes ini dilakukan pasca hari ketiga atau kelima.

Masa Penyembuhan

Meskipun tidak menimbulkan kematian, virus zika sampai sekarang ini belum mempunyai penawar. Sementara ini, para peneliti hanya fokus pada vaksin yang dapat meredakan rasa nyeri dan demam bagi penderita. Vaksin ini berguna untuk menghindarkan pasien dari dehidrasi dan sakit kepala akut. Selain itu, bagi penderita sebisa mungkin untuk menghindari dari gigitan nyamuk. Hal ini disarankan untuk menghambat penyebaran virus berbahaya zika dari nyamuk ke orang lain.

Virus zika pada umumnya masih kerabat dengan virus demam berdarah. Miripnya gejala yang dimunculkan membuat orang teledor untuk mengambil tindakan dini.