Apakah Pendarahan Saat Berhubungan Intim Berbahaya?

Apakah Pendarahan Saat Berhubungan Intim Berbahaya?

Apakah pendarahan saat berhubungan intim berbahaya? Pendarahan saat berhubungan intim bisa dialami oleh siapa saja. Kondisi ini bisa serius, bisa juga tidak. Pendarahan bisa terjadi karena kurangnya pelumas saat melakukan penetrasi. Jadi jika organ intim tidak memproduksi cukup pelumas ketika berhubungan intim, sebaiknya anda mengoleskan pelumas dari luar.

Darimana darah berasal?

Darah bisa berasal dari beberapa bagian. Oleh sebab itu, perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah pendarahan yang dialami termasuk kondisi yang serius atau tidak. Secara umum, ada beberapa lokasi pendarahan, yaitu pada selaput dara, di dalam vagina, di serviks, dan di uterus. Jadi sulit untuk menerka jika hanya mengandalkan warna darah saja sebab keluar dari manapun, warna darah tetap sama.

Dari sekian kasus, yang sering terjadi adalah pendarahan pada vaginal septum. Ini merupakan daging yang membagi vagina menjadi dua. Luka pada septum bisa memicu terjadinya pendarahan, bahkan bisa sangat lama jika tidak segera ditangani. Kondisi lain yang sering terjadi adalah luka di sekitar pintu masuk vagina. Biasanya selain pendarahan, rasa sakit juga menyertai.

Ciri-ciri pendarahan yang berbahaya

Salah satu ciri pendarahan yang berbahaya adalah jika tidak berhenti dalam waktu singkat. Pendarahan yang berlangsung berjam-jam perlu mendapatkan perhatian, apalagi jika jumlahnya banyak. Biasanya luka di vagina jarang menyebabkan pendarahan dalam volume besar. Jika itu yang terjadi, artinya ada sesuatu yang serius dan harus segera ditangani. Untuk mencari tahu, pakailah pembalut dan ganti setiap satu jam. Jika darah berangsur-angsur berkurang, itu tandanya pendarahan tidak serius. Tapi jika jumlahnya tetap atau justru bertambah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Kapan pergi ke dokter

Kalau merasa khawatir, sebaiknya anda tetap memeriksakan diri ke dokter, sekalipun darah berkurang jumlahnya. Seperti diketahui, pendarahan bukan satu-satunya masalah serius. Rasa sakit juga terkadang turut menyertai. Faktor lain pemicu terjadinya pendarahan adalah penyakit menular seksual. Bagi mereka yang aktif secara seksual dan sering berganti-ganti pasangan, sudah seharusnya melakukan check up rutin ke dokter. Untuk mencegahnya, hindari seks tidak aman, terutama jika dilakukan dengan partner yang berbeda. Seks tanpa pengaman merupakan pintu masuknya penyakit berbahaya ke dalam tubuh.

Gonorrhea, chlamydia, dan HPV adalah beberapa jenis infeksi yang kerap dialami oleh orang-orang yang aktif secara seksual. Dokter bisa dengan cepat mendiagnosa penyakit dan memberikan penanganan yang tepat. Pendarahan juga bisa dipicu oleh kanker. Ini merupakan salah satu tanda awal kanker serviks. Jenis kanker apapun sangat berbahaya sebab jika tidak ditangani, kanker akan mengalami metastasis dan bisa menyebar ke berbagai tubuh. Jadi jangan sepelekan pendarahan dari organ intim, terutama jika berlangsung dalam waktu lama.

Pencegahan

Pendarahan di organ intim bisa dicegah dengan menjalani kehidupan seks yang sehat. Misalnya saja, hindari berhubungan intim terlalu sering dalam sehari karena bisa memicu iritasi di dinding dalam vagina. Kemudian, anda juga perlu memakai pelumas ketika organ intim tidak memproduksi pelumas yang cukup. Ketika anda sedang tidak mood, Miss V bisa kurang basah, padahal kita tahu bahwa lendir sangat membantu dalam proses penetrasi.

Pada kondisi seperti ini, cara terbaik adalah dengan mengaplikasikan pelumas dari  luar. Pilihlah pelumas yang aman, bukan minyak kelapa atau sejenisnya. Licin belum tentu baik untuk bagian dalam vagina. Pelumas yang berasal dari pabrik biasanya sudah dirancang sedemikian rupa agar aman dipakai. Tips berikutnya, selalu pakai kondom ketika berhubungan dengan orang yang status kesehatannya belum jelas. Ini untuk mencegah penularan penyakit seks. Jadi, apakah pendarahan saat berhubungan intim berbahaya? Periksakan diri ke dokter kalau ingin tahu.