Apa Itu Keluarga Berencana dan Apa Tujuannya?

Apa Itu Keluarga Berencana dan Apa Tujuannya?

Apa itu keluarga berencana? Program ini sudah disosialisasikan oleh pemerintah sejak lama. Ada beberapa tujuan pentingnya, seperti untuk meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak. Ada anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki, tapi ini tidak berlaku untuk semua pasangan. Punya banyak anak berarti tanggung jawab menjadi lebih besar, baik dalam hal materi, pendidikan, dan yang lainnya. Bagi pasangan yang punya penghasilan memadai, punya banyak anak tentu tidak masalah. Tapi jika anda dan pasangan memiliki income yang pas-pasan, maka punya banyak anak bisa memberatkan.

Untuk memaksimalkan kesejahteraan anak, tidak ada salahnya untuk membatasi jumlah anak. KB merupakan singkatan dari keluarga berencana. Slogan yang sering dipakai untuk menggalakkan program ini adalah ‘2 anak cukup’. Lantas, apakah anda harus mengikutinya? Jika ada berbagai keterbatasan untuk memiliki banyak anak, maka tidak ada salahnya untuk mengikuti program ini. Selain untuk memberikan penghidupan yang layak bagi mereka, program ini juga bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk. Lalu, bagaimana realisasinya? Membatasi jumlah keturunan bisa dilakukan dengan beberapa metode, seperti memakai alat kontrasepsi.

Pil KB adalah salah satu yang paling populer. Mengkonsumsi pil KB tidak bisa sembarangan. Cara konsumsinya harus diikuti agar kehamilan tidak terjadi. Ada banyak kasus dimana wanita hamil karena tidak teratur mengkonsumsi pil KB. Konsumsi pil KB bisa dilakukan kapanpun anda ingin menunda punya momongan. Selain itu, konsumsi obat ini juga punya efek yang minimal terhadap kesehatan. Ada pula alat kontrasepsi yang berupa susuk, pemasangannya adalah di bagian lengan atas. Dibandingkan dengan metode yang lainnya, cara yang satu ini terbilang efektif dan yan terpenting tidak mengganggu produksi ASI. Selain itu, proses recovery setelah pemakaian juga lebih cepat.

Tubuh bisa menyesuaikan diri kembali dalam waktu relatif singkat setelah susuk dicabut dari dalam tubuh. Kemudian, ada pula alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim, dikenal dengan nama AKDR. Metode yang satu ini tidak kalah efektif dibandingkan dengan yang lainnya, selain itu masa pakainya juga panjang. Yang paling mudah dari semuanya adalah memakai kondom. Alat kontrasepsi ini dijual secara bebas di supermarket, minimarket, dan toko kesehatan. Jadi tidak susah sama sekali jika anda ingin menunda keturunan dengan cara ini. Bahan yang dipergunakan bisa karet, plastik, atau yang lainnya. Cara pakainya juga mudah, yaitu dengan dipasang di penis saat berhubungan intim untuk mencegah masuknya sperma ke dalam rahim agar tidak terjadi kehamilan.

Efektivitasnya tinggi asal dipakai dengan cara yang benar. Kondom juga murah dan tidak memiliki efek samping. Kemudian jika membutuhkan alat kontrasepsi yang tidak ribet, tubektomi bisa menjadi pilihan. Proses pemasangannya memang terdengar merepotkan, tapi metode ini sangat baik untuk menurunkan peluang kehamilan. Nah, sekarang anda tahu apa itu keluarga berencana? Selain memakai alat khusus, mencegah kehamilan juga bisa dilakukan secara manual. Salah satunya adalah dengan mengeluarkan sperma di luar. Penyebab terjadi kehamilan adalah karena sel sperma bersatu dengan sel telur. Jika keduanya tidak bertemu, maka kehamilan tidak akan terjadi.

Jika ingin mencegah kehamilan dengan metode senggama terputus, maka suami harus mengeluarkan penisnya sesaat menjelang terjadinya ejakulasi agar sperma tidak masuk ke dalam Miss V. Cara ini kadang bekerja, kadang juga tidak. Alasannya adalah karena kita susah memprediksi kapan penis akan melakukan ejakulasi. Jika anda ingin benar-benar menunda momongan, maka cara ini tidak disarankan sebab resiko gagal masih lumayan besar. Metode lain yang bisa dipakai adalah dengan membaca siklus kesuburan. Cara ini bisa dipakai untuk memperoleh kehamilan atau menundanya. Wanita tidak berada dalam masa subur setiap hari.

Masa subur hanya terjadi beberapa hari setelah ovulasi dimana di dalam tubuh wanita terdapat sel telur yang siap dibuahi. Jika sel telur tersebut luruh karena tidak dibuahi, maka wanita akan memasuki masa tidak subur. Siklus ini berulang secara teratur. Dengan mengetahui kapan masa subur pasangan dan menghindari hubungan intim di waktu-waktu tersebut, kehamilan seharusnya bisa dicegah. Hanya saja masalahnya tidak semua wanita mengalami siklus haid yang normal. Beberapa mengalaminya secara tidak teratur, sehingga kita harus secara teliti membaca siklus tersebut agar kehamilan tidak terjadi. Setelah mengetahui apa itu keluarga berencana, silakan ikuti jika membutuhkannya.