Alasan Bercinta dengan Suami Harus Tetap Dilakukan Selama Bulan Puasa

Alasan Bercinta dengan Suami Harus Tetap Dilakukan Selama Bulan Puasa

Jakarta – Kini para umat Islam sudah mulai menjalankan ibadan puasa selama satu bulan. Puasa bukan hanya menahan diri untuk tidak makan dan minum tapi juga menahan nafsu birahi yang bisa menyebabkan batal serta mengurangi pahala. Lalu apa itu berarti selama Ramadan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim dengan suami?

Jawabannya tidak. Menurut seksolog Zoya Amirin pasangan suami-istri sebaiknya tetap rutin bercinta selama bulan puasa. Hasrat untuk bercinta harus tetap disalurkan seperti makan dan minum.

“Kalau keinginan makan dan minum bisa dikelola dan akhirnya dilepaskan, dibebaskan pada saat buka puasa, seharusnya juga keinginan seks itu ditahan hanya pada jam puasa dan pada buka puasa, seksnya disalurkan sereguler mungkin,” tutur Zoya ketika berbincang dengan Wolipop beberapa waktu lalu.

Wanita lulusan Universitas Udayana itu pun menyarankan agar mengatur jadwal bercinta selama Ramadan. Jika memang sudah ada jadwal rutin yang biasa dilakukan setiap minggunya, ketika puasa Anda bisa tetap menjalaninya hanya perlu memperhatikan perbedaan jamnya.

Misalnya saja Anda dan suami selalu bercinta seminggu sekali setiap pagi. Karena saat puasa Anda tidak bisa melakukan di pagi hari, ganti jam menjadi malam hari setelah berbuka puasa.

“Mereka berdua harus menentukan waktu spesial. Diatur saja habis tarawih atau kapan? Pasangan yang lebih tahu waktu yang paling nyaman untuk mereka. Tapi jangan terlalu jadi patokan yang ada malah bikin stres,” ujar Zoya.

Wanita yang mengambil gelar masternya di Universitas Indonesia itu menambahkan, jadwal bercinta yang sudah diatur terlebih dahulu membuat Anda dan pasangan tidak akan memikirkan seks di siang hari atau ketika berpuasa. Secara psikologis, hal itu terjadi karena mereka tahu kapan hasrat akan terpenuhi sesuai waktu yang sudah disepakati.

“Kalau sudah buat jadwal pikiran akan langsung menjawab bahwa nanti (hasrat seks) akan dipenuhi. Sama seperti saat kita lapar atau haus, biasanya kita langsung memikirkan akan tiba nanti saatnya berbuka, seperti itu,” tambahnya diakhir perbincangan.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply