Agar Hubungan Tetap Harmonis Di Usia Tua

Agar Hubungan Tetap Harmonis Di Usia Tua

Biasanya pola pikir manusia berubah ketika sudah memasuki usia 50. Seks mungkin tidak lagi menjadi prioritas, terutama bagi wanita yang sudah mengalami menopause. Namun begitu, tidak berarti anda harus inactive secara seksual. Seks tetap bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berikut ini beberapa tips agar hubungan tetap harmonis di usia tua.

Percaya diri

Meski sudah tidak muda lagi, jangan kehilangan kepercayaan diri. Percayalah bahwa anda masih bisa memberikan kepuasan kepada pasangan. Bukan anda saja yang mengalami penurunan hasrat seksual, tapi pasangan juga. Seks di usia senja bukan lagi soal mencapai orgasme, tapi bagaimana menciptakan chemistry diantara keduanya. Di rentang usia ini, cinta biasanya akan lebih dominan dibandingkan dengan libido. Jadikan itu sebagai landasan untuk menjaga keharmonisan rumah tangga.

Lebih banyak flirting

Komunikasi yang sudah terjalin selama puluhan tahun akan anda lebih memahami pasangan, begitu pula sebaliknya. Anda akan tahu kode-kode apa saja yang ia sering pakai ketika ingin berhubungan intim. Meski seks tidak sepanas ketika pertama kali menikah, namun bukan berarti keintimannya harus hilang. Justru dengan semua pengalaman yang sudah dilewati, anda akan lebih mudah menjalin intimasi bersama pasangan.

Rawat diri dengan baik sebab itu juga bisa membuat pasangan semakin cinta. Misalnya, ketika bepergian, selalu pakai parfum favoritnya. Itu akan membuat koneksi emosional tetap terjaga. Setiap pasangan biasanya punya hal-hal unik, termasuk yang ada kaitannya dengan hubungan seks. Jagalah kebiasaan unik tersebut karena bisa membantu menjaga keintiman diantara keduanya.

Tahu batasan

Memasuki usia 50, tubuh akan secara perlahan kehilangan kekuatannya. Jadi seks bisa saja tidak sefleksibel dulu. Beberapa orang menderita penyakit tulang di rentang usia ini, sehingga melakukan aktivitas berlebih bisa sangat menyiksa. Jika anda punya banyak keluhan fisik, sampaikanlah kepada pasangan. Sekalipun tidak ada, seks tetap harus dilakukan secara hati-hati.

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Terlalu aktif di usia senja bisa meningkatkan resiko berbagai penyakit. Daripada menghabiskan waktu untuk seks, luangkan lebih banyak untuk meningkatkan kesehatan, seperti melakukan olahraga kardio, yoga, atau pilates. Seks bisa dilakukan sesekali waktu saja saat hasrat seksual sedang meningkat.

Jadi diri sendiri

Setelah sekian lama menikah, sudah seharusnya anda menjadi diri sendiri. Tidak ada lagi yang namanya malu dengan stretch marks, keriput, dan yang lainnya. Pada tahap ini, anda dan pasangan sudah harus bisa menerima kekurangan masing-masing. So what berhubungan intim dengan pasangan yang sudah keriput? Penuaan adalah proses alami yang setiap orang alami. Jadi daripada komplain karena pasangan sudah tidak secantik dulu, terima saja apa adanya. Itu justru membuat seks menjadi lebih menyenangkan, tidak ada beban sama sekali.

Menerima

Apa yang bisa kita lakukan ketika pasangan sudah tidak secantik dulu? Hanya ada satu jawaban, yaitu menerima. Membangun bahtera rumah tangga sekian lama tujuannya bukan untuk melampiaskan nafsu belaka, tapi juga untuk menyatukan energi keduanya. Hidup seatap selama puluhan tahun seharusnya memberikan anda kesadaran tentang betapa pentingnya saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tanpa hal tersebut, mustahil pernikahan bisa bertahan sebegitu lamanya. Apresiasi apa yang tersisa sebab hidup tidak hanya mencari kepuasan jasmani saja. Kepuasan rohani jauh lebih penting.

Pakai alat bantu

Perubahan fisik akan semakin nyata saat anda memasuki usia 50. Produksi lendir di organ intim akan berkurang, sehingga penetrasi akan semakin sulit. Untuk mengatasinya, pakailah alat bantu seperti pelumas. Sex toys juga bisa dipergunakan untuk saling memberikan stimulasi. Itu tadi tips agar hubungan tetap harmonis di usia tua.