5 Penyebab Umum Pria Memiliki Masalah Kesuburan

5 Penyebab Umum Pria Memiliki Masalah Kesuburan

Jakarta – Ketika istri tidak kunjung hamil padahal sudah rutin bercinta, jangan buru-buru menganggap hal itu adalah kesalahan pihak wanita saja. Riset yang dilakukan di Amerika Serikat mengungkapkan 30% masalah kesuburan disebabkan oleh pria, 30% karena wanita dan sisanya karena faktor yang tidak dapat dijelaskan atau berbagai faktor yang melibatkan suami dan istri.

Sesuai fakta di atas, kehamilan sulit terjadi bisa juga karena faktor pria. Berikut ini lima hal yang umumnya menyebabkan pria memiliki masalah kesuburan:

1. Gaya Hidup
Seperti dikutip Baby Center, pria bisa berisiko memiliki masalah kesuburan jika mereka: merokok, minum alkohol berlebihan, mengonsumsi obat-obatan terlarang, mengonsumsi steroid, dirawat karena kanker, nutrisi yang buruk, kelebihan berat badan atau overweight, dan sering terekspos bahan kimia seperti pestisida.

Semua hal yang disebutkan di atas memiliki dampak buruk pada sperma. Merokok, alkohol dan obat-obatan terlarang misalnya bisa menurukan produksi air mani dan merusak motalitas sperma.

2. Penyumbatan
Meski tidak banyak, tapi ada pria yang bisa mengalami masalah penyumbatan di saluran ejakulasi sehingga menyebabkan sperma tidak keluar saat ejakulasi terjadi. Saat sperma tidak bisa mencapai sel telur, pembuahan pun sulit terjadi. Pria bisa mengalami penyumbatan pada saluran ejakulasi karena infeksi, kecelakaan atau luka, bawaan lahir dan vasektomi.

3. Varicocele
Varicocele merupakan masalah pembengkakan atau pembesaran pembuluh darah di area testis. Ketika hal itu terjadi, suhu di testis akan terus panas dan ini mempengaruhi produksi sperma. Saat suhu di testis selalu panas, produksi sperma bisa menjadi sangat sedikit dan gerakannya pun lambat.

4. Kualitas Sperma Buruk
Beberapa penyebab pasangan sulit punya anak karena faktor pria adalah jumlah sperma yang rendah dan motalitas sperma buruk. Motalitas adalah kemampuan sperma untuk mencapai sel telur. Sperma harus bisa bergerak sendiri dengan berenang dan bergeliat-geliat. Seorang pria disebut subur jika lebih dari 40% spermanya bisa bergerak.

5. Antibodi vs Sperma
Pada beberapa pria mereka bisa menjadi tidak subur karena tubuh mereka sendiri. Tubuh mereka memproduksi antibodi yang justru membunuh si sperma. Hal ini biasanya terjadi setelah vasektomi, karena adanya infeksi atau trauma. Ketika hal ini terajadi yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan inseminasi buatan atau dapat juga dengan intracytoplasmic sperm injection (ICSI). ICSI adalah teknik yang dikembangkan para dokter dengan menyuntikan sperma langsung ke sel telur.

Trackbacks and pingbacks

    No trackback or pingback available for this article.

    Leave a reply